RSS

Ciri – ciri virus

28 Jul

Virus  memiliki ciri tertentu, ciri virus meliputi ukuran,bentuk, struktur,  dan fungsi

1. Ukuran

Virus memiliki  ukuran sangat renik, yaitu antara 25 – 300 nm ( 1 nm = 10-9 m). virus yang berukuran paling kecil adalah virus polio. Panjang tubuhnya hanya 25 nm, virus yang berukuran besar adalah virus penyerang bakteri yang panjang tubuhnya 100 nm dan virus mosaic tembakau ( TMV ) yang panjang tubuhnya 300 nm. Oleh karena ukuran tubuhnya sangat renik virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop electron.

2. Bentuk

Virus memiliki bentuk bermacam – macam, ada yang bulat, batang, dan ada yang seperti huruf T. virus yang berbentuk  bulat misalnya virus influenza ( influenza virus ) dan virus penyebab AIDS ( Human Immunodeficiency Virus /HIV ). Virus yang berbentuk batang misalnya virus mosaic tembakau ( Tabacco mosaic virus/TMV). Virus yang berbentuk Polihidris misalnya Adenovirus ( penyebab penyakit demam ). Virus yang berbentuk huruf T misalnya virus yangmenyerang bakteri ( bakteriofage atau disingkat fage ).

3. Struktur dan Fungsi

  • Bagian tubuh luar

Tubuh virus ( misalnya bakteriofag T4 ) tersusun  atas kepala, ekor dan serabut ekor. Kepala memiliki  bentuk bersegi delapan yang di dalamnya mengandung inti virus dan dikenal  sebagai kepala virus. Dari kepala virus muncul  selubung memanjang ( tubus ) yang disebut sebagai ekor virus. Virus pada bagian ujungnya ditumbuhi serabut – serabut ekor. Ujung serabut ekor merupakan penerima rangsang ( reseptor ) ekor berfungsi sebagai  alat penginfeksi, bagian kepala dan ekor memiliki selubung yang di sebut kapsid, selubung atau kapsid tersusun atas molekul – molekul protein, satu unit protein yang menyusun kapsid di sebut sebagai kapsomer. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak memiliki serabut ekor.

  • Bagian inti

Bagian inti tersusun  atas asam inti ( asam nukleat ) asam nukleat yang menyusun virus pada umumnya hanya satu untaian , kecuali pada  virus influenza terdapat  6 – 8 untaian, setiap untaian asam nukleat mengandung 3.500 sampai 600.000 nukleotida, jika diperkirakan satu gen tersusun atas  1000 nukleotida, maka diperkirakan virus hanya tersusun  atas 2 sampai  beberapa ratus gen.

Virus memiliki asam nukleat yang bervariasi, ada yang memiliki Deokxiribonukleac acid (AND ) atau asam deoksiribonukleat ganda terpilin dan DNA Tunggal terpilin. DNA tersebut berbentuk linear ( lurus ) atau sirkuler ( melingkar ). Beberapa virus ada yang memiliki asam nukleat yang berupa Ribonucleid acid ( RNA ) atau asam ribonukleat . RNA ini  ada yang berupa rantai tunggal ada yang berupa rantai ganda. DNA atau RNA merupakan materi genetic, yakni berisi kode – kode pembawa sifat virus.

Berdasarkan inti yang dikandungnya virus dapat dibedakan  menjadi virus DNA dan Virus RNA. Sebagian virus  yang menginfeksi manusia merupakan  virus RNA, contohnya Virus influenza dan HIV. Virus Cacar merupakan Virus DNA. Selain itu, di dalam isi virus terdapat beberapa macam enzim. Oleh karena virus bukan berupa sel, virus tidak memiliki bagian – bagian  sel seperti membrane plasma, sitoplasma dan inti, virus tersusun atas  asam nukleat, dan selubung protein ( kapsid ).

4. Cara Hidup Virus & Habitat

Virus  tidak dapat hidup di alam  secara bebas, melainkan harus berada di dalam sel makhluk hidup yang lain. Berbagai makhluk hidup dapat diserang virus misalnya manusia, hewan, tumbuhan dan bakteri

Virus yang menginfeksi bakteri disebut sebagai bakteriofa atau  disingkat fag. Virus yang menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit pada manusia misalnya cacar,polio, hepatitis, mata belek,influenza, demam berdarah dan diare. Termasuk virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan mengakibatkan penyakit AIDS (Acquired Immuno  Deficiency Syndrome ).yaitu sindrom runtuhnya kekebalan tubuh. Virus Ebola yang dijumpai  di Afrika dapat menyerang kera dan Manusia, virus yang menginfeksi hewan misalnya yang menyebabkan penyakit sampar pada ayam,anjing gila (rabies ) dan penyakit kuku pada ternak. Sedangkan virus yang menyerang tumbuhan misalnya penyebabnya mosaic pada tembakau, kanker pada jeruk dan busuk pada sayuran

Virus yang menyerang tumbuhan biasanya ditularkan oleh serangga. Serangga yang mengisap atau memakan tanaman  yang terkena virus dapat menularannya ke tanaman lain. Sedangkan virus yang menyerang manusia dapat ditularkan baik melalui melalui kontak langsung maupun tak langsung dengan penderita. Polio dan hepatitis dapat ditularkan melalui air sumur yang tercemar, piring makan, sendok makan, dll., cacar dan mata belek  dan polio dapat ditularkan melalui kontak langsung. Demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aides aegypti. Virus AIDS ditularkan lewat darah, cairan sekresi vagina , semen ( ejakulat ), air susu, hubungan kelamin, jarum suntik, transfuse darah, dan juga dapat ditularkan melalui plasenta ibu hamil ke janinnya, Virus harus dibiakkan di dalam jaringan makhluk hidup. Di laboratorium, virus dapat dibiakkan di dalam embrio telur ayam.

5. Klasifikasi

Klasifikasi  virus tidak mengikuti sistem Linnaeus, melainkan sistem ICTV ( International Committee on Taxonomy of Virues =  Komite Internasional untuk Taksonomi Virus ) Klasifikasi virus terbagi dalam tiga tingkat takson, yaitu family, genus, dan species. Nama  family virus  diakhiri dengan viridae, sedangkan nama genus diakhiri dengan virus, nama species menggunakan bahasa  inggris dan diakhiri dengan virus. Saat ini , jenis virus yang sudah teridentifikasi sekitar dua ribu species. Contoh klasifikasi berdasarkan sisten ICTV pada virus penyebab AIDS adalah sebagai berikut

  • family :  Retroviridae
  • Genus : Lentivirus
  • Species : Human Immunodeficiency virus (HIV )

Berbagai  jenis virus diklasifikasikan berdasarkan jenis sel inanng. Inang spesifik terutama ditentukan dari kesesuaian reseptor pada permukaan sel inang tempat virus melekat, berdasarkan jenis sel inangnya, virus diklasifikasikan dalam empat kelompok, yaitu virus bakteri, virus mikroorganisme eukariotik, virus tumbuhan, dan virus hewan termasuk manusia.

  • VIRUS BAKTERI

Virus bakteri adalah virus  yang sel inangnya adalah sel bakteri. Virus bakteri disebut juga di sebut bakteriofage atau fage ( latin, phage = memakan ) virus bakteri mengandung Materi genetic berupa DNA. Contoh virus bakteri adalah  bakteriofage T4 virus yang menyerang bakteri. Escherichia coli. E. Coli merupakan  bakteri yang hidup pada saluran pencernaan manusia.

  • VIRUS MIKROORGANISME EUKARIOT

Virus mikroorganisme eukariot adalah virus yang sel inangnya  berupa mikroorganisme yang tergolong eukariot, seperti protozoa dan jamur. Virus ini terutama mengandung RNA. Virus yang menyerang jamur di sebut mycovirus.

  • VIRUS TUMBUHAN

virus tumbuhan adalah virus yang sel inangnya adalah sel tumbuhan, virus tumbuhan sebagian besar mengandung RNA. Contohnya adalah virus mosaic tembakau ( Tabacco mosaic Virus/ TMV  )

  • VIRUS HEWAN

Virus hewan adalah virus yang sel inangnya adalah sel hewan atau sel manusia. Virus hewan mengandung DNA atau RNA. Contohnya adalah virus penyakit mulut dan kaki pada sapi, serta virus penyakit rabies pada anjing.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 28, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: