RSS

Sistem REPRODUKSI pada Manusia

25 Des

Sistem reproduksi  manusia, baik pada pria atau wanita, terdiri  atas kelenjar – kelenjar dan saluran – saluran untuk mengalirkan sel kelamin ke tempat pembuahan dan pembentukan embrio.

1). ALAT REPRODUKSI LAKI-LAKI

System reproduksi pria berfungsi  untuk menghasilkan sel kelamin jantan yang disebut sperma.sistem reproduksi pria terdiri atas kelenjar – kelenjar dan saluran – saluran untuk mengeluarkan sperma. Kelenjar  dan saluran yang menyusun  system  reproduksi pria  adalah

NO

ORGAN

FUNGSI

1 TESTIS Menghasilkan sel sperma  dan hormon kelamin
2 SKROTUM Kantung yang di dalamnya terdapat testis dan mengatur suhu yang cocok bagi kehidupan sperma.
3 TUBULUS SEMINIFERUS Saluran yang terdapat di testis dan berfungsi sebagai tempat pembentukan sperma
4  SEL INTERSTISIAL Sel yang berfungsi untuk menghasilkan hormon kelamin pria dan terdapat di testis.
5 SEL SERTOLI Sel yang terdapat di testis dan berfungsi untuk menyediakan makanan bagi sperma.
6 PENIS Alat kopulasi
7 VASA DEFERENSIA Menyalurkan sperma ke kantong sperma
8 DUKTUS EPIDIDIMIS Tempat pematangan dan penyimpanan  sementara  sperma.
9 KANTONG SPERMA Tempat menampung sperma
10 KELENJAR PROSTAT DAN COWPER Menghasilkan cairan semen untuk member i  nutrisi  dan mempermudah gerak sperma.

Sperma  merupakan sel tunggal  yang tersusun atas kepala dan ekor. Ekor berfungsi  menggerakkan sperma, sedangkan kepala mengandung informasi genetic.

Laki – laki  memiliki sepasang testis. Masing – masing testis testis mengandung saluran – saluran yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus seminiferus menghasilkan gamet yang disebut sperma. Pada saat embrio, testis dibentuk di dalam rongga perut laki – laki.setelah seorang  bayi laki – laki dilahirkan, testis turun dalam skrotum. Skrotum merupakan kulit pelindung testis yang berada di luar tubuh.

Sperma dari testis bergerak menuju epididimis. Di dalam epididimis inilah sperma di simpan, dari epididimis, sperma menuju vas deverens dan selanjutnya uretra. Vas deverens merupakan saluran yang menghubungkan testis dengan uretra, dalam perjalanan menuju uretra, sperma bercampur dengan larutan yang dihasilkan oleh vesikula seminalis.kelenjar prostat, dan kelenjar cowper’s.sperma dan larutan ini disebut semen. Semen selanjutnya menuju penis untuk dikeluarkan.

Penis merupakan organ kopulasi pada laki laki. Fungsinya untuk memasukkan sperma ke dalam alat reproduksi perempuan. Penis diselaputi oleh kulit tipis. Kulit inilah yang dioperasi saat laki – laki dikhitan.

PROSES PEMBENTUKAN SPERMA

1.       STRUKTUR SPERMA

Struktur sperma terdiri  dari kepala, bagian tengah ( badan ) dan ekor ( flagella ). Pada bagian kepala terdapat inti sel dan akrosom  yang dibentuk dari kompleks golgi, akrosom menghasilkan enzim yang  berfungsi  membantu  sperma menembus sel telur. Pada bagian tengah terdapat mitokondria tempat berlangsungnya oksidasi sel  untuk membentuk energy yang digunakan oleh sperma sehingga sperma dapat bergerak aktif.

2.       PROSES PEMBENTUKAN SPERMA

Mula – mula sel induk sperma ( spermatogonium ) membelah secara mitosis beberapa kali sehingga dihasilkan lebih banyak spermatogonium . sebagian dari sel – sel spermatogonium tersebut terus membelah secara mitosis, sedangkan sebagian yang lain membesar  menjadi spermatosit primer. oleh karena pembelahan terjadi secara mitosis maka spermatogonium dan spermatosit primer mempunyai 2n kromosom, kemudian spermatosit primer membelah secara meiosis ( tahap 1 ) menghasilkan  spermatosit sekunder. Oleh karena membelah secara meiosis, maka spermatosit sekunder mempunyai n kromosom ( haploid ), spermatosit sekunder membelah lagi  secara meiosis ( tahap II )menghasilkan 2 sel yang juga haploid ( n ) hasil pembelahan tersebut disebut spermatid  dan diperoleh 4 spermatid.sel – sel spermatid akan mengalami diferensiasi menjadi sel spermatozoa atau sperma, peristiwa ini disebut spermiogenesis. Diferensiasi tersebut meliputi adanya kepala, badan ( bagian tengah ) dan ekor ( flagella ).

2). ALAT REPRODUKSI PEREMPUAN

Alat reproduksi perempuan terdiri atas ovarium, oviduct ( saluran telur ), uterus ( rahim ), cerviks ( leher rahim ) dan vagina, alat reproduksi perempuan berbentuk sedemikian rupa untuk menghasilkan ovum, menerima sperma, menyediakan kondisi yang cocok untuk terjadinya pembuahan, dan menyediakan tempat untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio.

Perempuan memiliki sepasang ovarium. Ovarium terletak  di dalam rongga perut. Ovarium menghasilkan gamet yang disebut sel telur (ovum ), setiap 28 hari, satu sel telur dikeluarkan dari dalam ovarium.keluarnya sel telur dari ovarium di sebut ovulasi, selanjutnya sel telur akan menuju oviduk. Di dalam oviduct inilah terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma

Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot, uterus berfungsi sebagai pelindung dan tempat pertumbuhan serta perkembangan embrio. Bagian dasar uterus disebut cerviks ( leher rahim ), cerviks menghubungkan uterus dengan vagina, vagina merupakan saluran yang menghubungkan uterus dengan tubuh bagian luar, vagina berfungsi sebagai jalan keluar ketika dilahirkan.

Organ – organ penyusun system reproduksi wanita.
No                Organ                                                       Fungsi
1 Ovarium Tempat  memproduksi sel telur
2 Tuba falloppi Membawa  sel telur dari ovarium  menuju uterus dan tempat terjadinya pembuahan
3 Uterus Tempat tumbuh dan berkembangnya embrio
4 vagina Tempat keluarnya bayi pada kelahiran alami.

Proses pembentukan ovum di dalam ovarium disebut oogenesis.

Pada  ovarium di dalam tubulus embrio ( fetus ) telah terdapat sekitar 600.000 buah sel induk telur ( oogonium ) pada umur embrio lima bulan, oogonium  memperbanyak diri secara mitosis membentuk ± 7 juta oosit primer setelah itu terjadi pengurangan jumlah oosit primer sampai lahir, pada saat embrio berumur 6 bulan, oosit primer sedang dalam tahap meiosis I, khususnya berada pada tahap profase I, ketika seorang bayi perempuan lahir, ovarium telah berisi sekitar 1 – 2 jt sel telur ( oosit primer), selanjutnya, oosit primer tersebut istirahat ( tidak melakukan pembelahan sampai masa pubertas, pada waktu anak berumur 7 tahun, jumlah oosit primer berkurang lagi menjadi sekitar 300- 400 ribu oosit primer.

Setelah masuk masa pubertas dan seseorang sudah mengalami menstruasi  atau haid, saat itu kelenjar hipofisis, perempuan menghasilkan FSH (follicle stimulating hormon ) yang merangsang oosit primer untuk melanjutkan pembelahan, dari pembelahan tersebut, dihasilkan 2 sel yang ukurannya tidak sama, sel yang ukurannya kecil disebut badan polar pertama . sel tersebut  akan melanjutkan pembelahan meiosis ( II ) dan menghasilkan 2 badan polar, sel yang berukuran besar disebut oosit sekunder, yang terus membelah menghasilkan 1 sel  yang besar di sebut ootid dan satu badan polar, sel ootid berkembang menjadi sel telur yang siap diovulasi.proses oogenesis juga dipengaruhi oleh berbagai jenis hormon, hormon – hormon tersebut dihasilkan oleh hipofisis atau oleh ovarium sendiri.

  • SIKLUS MENSTRUASI

Satu sel telur dihasilkan oleh satu ovarium setiap 28 hari. Apa yangmengendalikan siklus tersebut ? Beberapa perubahan dalam sistem reproduksi dikendalikan oleh hormon.Hormon merupakan cairan kimia yang dihasilkan oleh tubuh untuk mengendalikan proses-proses metabolisme dalam tubuh. Perubahan yang terjadi tiap bulan pada organ reproduksi wanita disebut siklus menstruasi. Siklus menstruasi pada seorang wanita terjadi setiap periode tertentu, misalnya 28 hari. Namun demikian siklus menstruasi tersebut sangat bervariasi untuk tiap individu, yaitu berkisar antara 20-40 hari. Perubahan-perubahan yang terjadi selama menstruasi menyangkut pemasakan sel telur dan penebalan dinding rahim guna menerima sel telur yang telah dibuahi . Jika sel telur di dalam ovarium masak, dinding rahim menebal. Lebih kurang pada hari ke 14 dari siklus menstruasi yang 28 hari, sel telur dihasilkan dari ovarium, dan dikenal sebagai proses ovulasi.

Sel telur tersebut tetap hidup selama 24-48 jam, dan bergerak sepanjang saluran telur menuju ke rahim atau uterus. Sel telur tersebut dapat dibuahi bila terdapat sperma yang hidup dalam saluran telur selama 48 jam sesudah atau sebelum ovulasi. Jika sel telur tersebut tidak dibuahi di dalam saluran telur, maka akan luruh (rusak). Dinding rahim akan luruh dan terjadi pendarahan. Peristiwa tersebut terjadi setiap bulan, dan dikenal sebagai menstruasi. Lamanya menstruasi berlangsung selama 4-6 hari. Gbr dibawah ini memperlihatkan perubahan-perubahan selama siklus menstruasi. Saat menstruasi berlangsung, sel telur yang lain mulai mengalami pemasakan. Rahim juga mulai menebal

sebagai persiapan menerima sel telur lain tersebut. Menstruasi mulai terjadi saat organ perkembangbiakan seorang gadis mulai masak.Pada sebagian besar gadis, menstruasi pertama terjadi pada usia 8-13 tahun, dan terus berlanjut sampai usia 45-55 tahun. Pada usia 50-an siklus menstruasi menjadi tidak teratur dan berhenti untuk selamanya, peristiwa ini disebut menopause.

Siklus menstruasi diawali pada hari pertama menstruasi. Ovulasi terjadi kira-kira pada hari 14 dari siklus menstruasi yang 28 hari.

Pada pelajaran sebelumnya telah dikatakan bahwa ovum yang tidak dibuahi akan meluruh dan keluar dari rahim.Peristiwa ini disebut menstruasi. Menstruasi disebut juga haid merupakan pendarahan yang terjadi akibat luruhnya dinding sebelah dalam rahim (endometrium) yang banyak mengandung pembuluh darah. Lapisan endometrium dipersiapkan untuk menerima pelekatan embrio. Jika tidak terjadi pelekatan

embrio, maka lapisan ini akan luruh, kemudian darah keluar melalui serviks dan vagina. Pendarahan ini terjadi secara periodik, jarak waktu antara menstruasi yang satu dengan menstruasi berikutnya dikenal dengan satu siklus menstruasi.

Siklus menstruasi wanita berbeda-beda, namun rata-rata berkisar 28 hari. Hari pertama menstruasi dinyatakan sebagaihari pertama siklus menstruasi. Siklus ini terdiri atas 4 fase, yaitu:

1. Fase menstruasi

Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi sperma, sehingga korpus luteum  produksi hormon esterogen dan progesteron. Turunnya kadar esterogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari endometrium yang disertai robek dan luruhnya endometrium, sehingga terjadi pendarahan. Fase menstruasi ini berlangsung kurang lebih 5 hari. Darah yang keluar selama menstruasi berkisar antara 50-150 mili liter.

2. Fase pra-ovulasi

Fase pra-ovulasi disebut juga dengan fase poliferasi. Apa yang terjadi pada fase ini? Hormon pembebas gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu hipofise untuk mengeluarkan FSH. Apa yang kamu ketahui tentang FSH? FSH singkatan dari folikel stimulating hormon. FSH memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan hormon esterogen. Adanya esterogen menyebabkan pembentukan kembali (poliferasi) dinding endometrium. Peningkatan kadar esterogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifat basa. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan suasana asam pada vagina sehingga mendukung kehidupan sperma.

3. Fase ovulasi

Jika siklus menstruasi seorang perempuan 28 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke 14. Peningkatan kadar esterogen menghambat pengeluaran FSH, kemudian hipofise mengeluarkan LH. LH singkatan dari luternizing hormon. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel, peristiwa ini disebut ovulasi.

4. Fase pasca ovulasi

Fase ini berlangsung selama 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Walaupun panjang siklus menstruasi berbedabeda, fase pasca-ovulasi ini selalu sama yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Folikel de Graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormon progesteron dan masih mengeluarkan hormon esterogen namun tidak sebanyak ketika berbentuk folikel. Progesteron mendukung kerja esterogen untuk mempertebal dan menumbuhkan pembuluhpembuluh darah pada endometrium serta mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan embrio jika terjadi pembuahan atau kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya sedikit mengeluarkan hormon, sehingga kadar progesteron dan esterogen menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya.

  • FERTILISASI

Sejak dimunculkannya teori sel pada tahun 1939, ilmuwan mengetahui bahwa manusia berkembang dari sebutir sel telur yang telah dibuahi oleh sperma. Peleburan sperma dengan sel telur dikenal sebagai proses fertilisasi, atau pembuahan.Sperma ditampung dalam vagina, selanjutnya bergerak melalui uterus menuju saluran uran telur. Sementara itu umumnya hanya sebutir telur yang dihasilkan, sedangkan jumlah sperma yang tertampung berkisar antara 200-300 juta. Dari sekian banyak sperma, hanya satu yang dapat membuahi sel telur.

Setelah sebuah sperma dapat menembus permukaan luar sel telur saat proses fertilisasi, sel telur segera menyusun penghalang kimiawi. Artinya sel telur dilapisi oleh senyawa senyawa tertentu sehingga jutaan sperma yang lain tidak ikut membuahi sel telur tersebut. Saat sel telur dengan sperma menyatu pada proses fertilisasi, zigot yang terbentuk mempunyai 46 kromosom dalam intinya.Fertilisasi antara sel telur dan sperma terjadi di dalam saluran telur, dan menghasilkan zigot.

Zigot akan bergerak dari saluran telur ke uterus. Sejalan dengan waktu, zigot mengalami pembelahan sel. Setelah kurang lebih 7hari, kumpulan sel-sel yang berbentuk bola hasil pembelahan zigot akan tertanam dalam dinding uterus. Sebelum zigot tertanam, dinding uterus telah lebih dahulu menebal yang siap menerima zigot. Di dalam uterus zigot akan tumbuh selama 9 bulan sampai saat bayi dilahirkan.Untuk manusia maupun hewan-hewan tertentu yang perkembangan embrionya terjadi di dalam tubuh induk betina, ada periode sebelum kelahiran yang disebut periode gestasi atau kehamilan. Sementara jaringan, organ dan sistem tubuh berkembang, Embrio dalam uterus harus memperoleh makanan dan oksigen, serta membuang bahan-bahan sisa metabolisme. Embrio juga harus mendapat perlindungan.

  • Perkembangan EMBRIO
1) Usia 4 minggu, sudah tampak pertumbuhan mata dan telinga.
2) Usia 8 minggu, sudah terbentuk janin yang mirip denganbayi, mulai tampak tangan, jari tangan, hidung, dan kaki.
3) Usia 10 minggu, panjang janin lebih kurang 6 cm dan sudah terlihat seperti bayi. Ukuran kepalanya lebih besar dari pada ukuran badan.
4) Usia 16 minggu, panjang janin telah mencapai 40 cm dan memilliki organ yang sudah lengkap.
5) Usia 40 minggu, janin sudah siap untuk dilahirkan.
Selama dalam rahim, embrio mendapatkan nutrisi dari induknya melalui plasenta. Tahukah kamu fungsi dariplasenta? Plasenta mempunyai fungsi sebagai berikut.
  • Menyalurkan zat makanan dari induk ke embrio.
  • Mengalirkan zat-zat sampah dari embrio ke dalam darah induknya.
  • Melindungi janin dari berbagai zat racun atau kuman penyakit.

  • Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia

1. AIDS

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), Acquired berarti diperoleh, Immuno Deficiency berarti kekebalan yang rapuh dan Syndrom berarti penyakit, sehingga pengidap AIDS mudah sekali terserang penyakit yang berbahaya.
a.      Penyebab AIDS

AIDS disebabkan oleh virus, yang diberi nama HIV (Human Immuno Deficiency Virus), virus ini menyerang sel darah putih tertentu, dimana sel darah putih berfungsi sebagai system kekebalan tubuh yaitu menangkal infeksi atau serangan penyakit terhadap tubuh. Apabila virus HIV bersarang dalam sel darah putih dan merusak sel darah putih maka tubuh akan menjadi lemah dan mudah terserang penyakit.

b. Penularan AIDS

Virus HIV dapat berpindah dari seseorang ke orang lain atau dengan kata lain penyakit AIDS dapat menular. Penularan AIDS tidak menyebar melalui udara, atau karena berjabat tangan dengan penderita AIDS juga tidak menular melalui peralatan makan penderita AIDS. Tetapi virus HIV dapat menular masuk ke tubuh orang lain melalui transfusi darah (donor darah seseorang yang terinfeksi HIV) atau melalui alat-alat yang menyebabkan luka, seperti jarum suntik, jarum infus, dapat juga melalui kontak seksual.

c. Pencegahannya

Sampai sekarang belum ditemukan cara pengobatan yang efektif pada penderita AIDS, oleh karena itu akan lebih baik bila kita berusaha menghindari penyakit ini dengan cara mencegah penularan virus HIV, antara lain:

  • Menggunakan jarum suntik yang steril dan jarum yang sekali pakai lalu dibuang.
  • Memeriksa darah sebelum transfusi darah, sehingga darah dapat dipastikan tidak terinfeksi virus HIV.
  • Hanya melakukan kontak seksual dengan pasangannya yang sah.

2. Gonorea

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseriagonorrhoeae. Bakteri ini dapat ditularkan melalui kontak seksual. Penderita gonorea akan merasakan sakit pada saat urinasi, kadang-kadang urine mengeluarkan nanah, jika penderita gonorea tidak diobati dapat merusak saluran reproduksi yaitu saluran sperma pada pria dan saluran tuba falopii pada wanita sehingga dapat mengakibatkan kemandulan.

3. Sifilis

Sifilis disebabkan oleh sejenis bakteri Treponema pallidium, bakteri ini biasa ditularkan melalui kontak seksual, namun demikian bakteri ini juga dapat ditularkan melalui jalan lain, misalnya bayi yang dilahirkan dari ibu penderita sifilis. Penyakit ini akan ditandai dengan adanya luka pada alat kelamin dan jika tidak segera diobati bakteri dapat merusak sel otak, melumpuhkan tulang atau merusak jantung dan pembuluh darah.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 25, 2011 in Sistem pada Manusia

 

2 responses to “Sistem REPRODUKSI pada Manusia

  1. Nikytri Lita Aulia

    Mei 31, 2013 at 5:32 pm

    bermanfaat sekali, terimakasih doakan saya ulangan dengan nilai max ya ?

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: