RSS

Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia

Virus ada yang bermanfaat  bagi manusia , ada pula yang menimbulkan kerugian bagi manusia, berikut ini diuraikan  contoh – contoh virus yang menguntungkan dan merugikan

  • VIRUS YANG MENGUNTUNGKAN

A). MEMBUAT ANTITOKSIN.

Apabila bakteri terus menerus  membelah diri, berarti setiap sel bakteri baru mengandung  DNA Manusia dan  mampu memproduksi antitoksin, antitoksin yang diprodukksi dapat dipisahkan dan digunakan untuk melawan penyakit pada manusia. Bakteri yang demikian dipelihara terus menerus, tentu saja diusahakan  agar DNA Virus  yang tergabung itu tidak kumat lagi, agar DNA virus tidak pergi dari dalam sel bakteri. Menarik bukan? Itulah kerja para pakar biologi bidang rekayasa genetika. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa virus dapat dititipi gen manusia atau dapat juga  gen organism lain untuk dimasukkan ke dalam sel bakteri agar sel bakteri tersebut membawa sifat gen yang dititipi tadi.

B). UNTUK MELEMAHKAN BAKTERI

Contoh lain tentang virus yang menguntungkan adalah virus yang menyerang bakteri pathogen, jika DNA Virus lisogenik masuk ke dalam bakteri pathogen, maka bakteri tersebut mmenjadi tidak berbahaya,misalnya bakteri penyebab penyakit demam scarlet yang berbahaya akan berubah sifat menjadi tidak berbahaya juka di dalam DNA nya tersambung oleh profag

C) UNTUK MEMPRODUKSI VAKSIN

Selain itu, beberapa virus digunakan untuk memproduksi vaksin, vaksin adalah pathogen yang telah dilemahkan  sehingga jika menyerang manusia, tidak berbahaya lagi, karena diberi vaksin tubuh manusia akan  akan memproduksi antitoksin, kelak jika pathogen yang sesungguhnya menyerang, tubuh telah kebal karena berhasil memproduksi antitoksin bagi pathogen tersebut.\

  • VIRUS YANG MERUGIKAN

Virus dapat merugikan  karena menyebabkan berbagai jenis penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan

Virus yang menyebabkan penyakit pada manusia antara lain sebagai berikut :

Influenza virus, penyebab penyakit influenza ( flu ). Virus ini menyerang sel – sel saluran pernapasan bagian atas, gejala penyakit adalah demam, pillek, pusing , pegal dan batuk.

Human Immunodeficiency virus ( HIV) penyebab AIDS yang mematikan, virus ini menyerang sel – sel darah putih jenis limfosit T, gejala penyakitnya adalah gejala gabungan beberapa jenis penyakit karena  menurunnya kekebalan tubuh.

Hepatitis Virus. Penyebab  penyakit hepatitis B, virus ini menyerang sel – sel hati sehingga menimbulkan gejala perut membesar dan tubuh penderita berwarna kuning.

Ebola virus, penyebab penyakit yang mematikan, virus ini menyerang  sel pertahanan tubuh, gejala penyakit ebola  demam yang disertai perdarahan

Measles Virus, penyebab penyakit cacar, virus ini menyerang sel kullit  dan menimbulkan gejala awal sepeti demam, batuk, pilek, kemudian muncul  luka cacar mulai  dari wajah kemudian keseluruh tubuh.

Polio virus, penyebab penyakit polio, virus polio menyerang sel – sel pada sistem saraf sehingga mengakibatkan kelumpuhan.

Mumps Virus, penyebab penyakit gondong, virus gondong menyerang sel – sel kelenjar ludah sehingga menimbulkan bengkak di belaang telinga

Herpes  simplex virus,  penyebab penyakit herpes, virus ini menyerang membrane mucus (  lendir ) di mulut, alat kelamin, dan kulit. Gejala penyakit ini adalah kulit memerah dan muncul bintil seperti luka melepuh.

v  Human Papilomavirus, penyebab penyakit kutil pada kulit. Human papilomavirus  menyerang sel – sel kulit dan dapat berkembang menjdi kanker, gejalanya adalah adanya benjolan di kulit

Virus Flu

Virus yang menyebabkan  penyakit pada pada hewan antara lain sebagai berikut :

Rous Sarcoma Virus ( RSV) penyebab tumor pada ayam.

Bovine Papilomavirus, penyebab  tumor pada sapi

v  Virus penyakit mulut dan kaki pada sapi dengan gejala melepuh dan berlendir di sekitar mulut dan kaki sapi

v  Virus penyakit tetelo pada ayam (new castle disease ) dengan gejala mencret dan batuk – batuk

Rabdovirus, penyebab penyakit pada anjing, monyet, kucing dan juga manusia, virus ini menyerang  sistem saraf pusat sehingga menimbulkan gejala takut air, gelisah, hilangnya control otot dan agresif.

Virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan

Tabacco Mosaic Virus (TMV) penyebab penyakit mosaic pada tembakau dengan gejala pertumbuhan terhambat dan daun bercak – bercak. TMV juga dapat menyerang tanaaman lain, misalnya tomat.

Citrus leprosies Virus (CiLV) penyebab penyakit pada jeruk

v  Virus Tungro pada tanaman padi yang menyebabkan padi yang menyebabkan tanaman padi menjadi kerdil.

v  Virus yang menyerang tanaman hias, misalnya bunga tulip dan anggrek.

PENCEGAHAN DAN PERTAHANAN DIRI  TERHADAP SERANGAN VIRUS

Tindakan  pencegahan yang dapat dilakukan terhadap  serangan virus adalah dengan pembeian vaksin. Vaksin adalah suatu zat yang mengandung mikroorganisme pathogen yang sudah dilemahkan. Pemberian vaksin memberikan kekebalan secara aktif, contoh vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus adalah sebagai berikut :

  • OPV ( Oral Polio Vaccine ) atau vaksin polio
  • Vaksin Rabies
  • Vaksin Hepatitis B
  • Vaksin influenza
  • Vaksin Cacar
  • Vaksin MMR ( Measles, Mumps, Rubella ) untuk cacar, gondong dan campak.

Kemampuan  virus  untuk menyebabkan penyakit di sebut virulensi. Virulensi virus ditentukan banyak factor yaitu sebagai berikut :

  1. Keberadaan dan aktivitas reseptor paad permukaan sel inang yang memudahkan  virus melekat
  2. Kemampuan virus menginveksi sel
  3. Kecepatan replikasi virus dalam sel inang
  4. Kemampuan sel inang dalam menahan serangan virus misalnya sel memproduksi senyawa yang dapat membunuh virus

Kulit dan membrane mukosa ( misalnya pada membrane usus dan lambung ) merupakan lapisan pertahanan pertama terhadap virus, virus pada umumnya  tiadak dapat menginfekksi kulit, kecuali jika kulit terluka atau digigit hewan semisal anjing.

Sebagian besar virus masuk ke tubuh manusia melalui mulut dan hidung, sebagian melalui kulit yang luka, jka ada virus yang  masuk tubuh akan segera menyerangnya sebagai berikut :

  1. Cara yang pertama adalah sel darah  putih atau fagosit akan segera memakan dan merusak virus
  2. Cara yang kedua adalah tubuh menghasilkan molekul protein yang disebut antibody. Protein asing virus disebut antigen, jika antigen masuk ke dalam tubuh maka tubuh akan terpicu memproduksi antibody, antibody ini sangat spesifik dan menyerang hanya pada antigen  yang memicunya.

KLASIFIKASI VIRUS BERDASARKAN TIPE ASAM NUKLEAT

Klasifikasi virus  berdasarkan tipe asam nukleatnya adalah sebagai berikut :

Untitled-1

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2013 in Uncategorized

 

KROMOSOM

KROMOSOM

  • Asal kata: Chroma = warna, soma = tubuh
  • Kromosom ialah  suatu struktur padat yang terdiri dari dua komponen molekul yaitu protein dan DNA
  • Struktur berupa benang batang, atau bengkok yang mengandung zat yang mudah menerina mengikat dan menyerap warna.
    Kromosom terdapat dalam inti sel berupa benang-benang tipis yang disebut kromatin
    Dalam kromosom terdapat gen.
    Gen merupakan unit pembawa informasi genetic
  • Istilah kromosom ( kroma = warna; soma = tubuh ) dipopulerkan oleh Waldeyer (1888) sedangkan istilah gen oleh Yohansen (1909)struktur kromosom

A. struktur kromosom

Badan kromosom terdiri atas dua bagian yaitu :

1.      Sentromer ( kinector ); merupakan bagian pangkal ( kepala ) kromosom yang berfungsi  sebagai tempat melekatnya kromosom pada pasangannya.

2.      Lengan; Merupakan badan kromosom itu sendiri yang mengandung kromonema, kromomer ( lokus gen ) granula – granula kecil disebut kromiol.

bagian kromosom

Struktur kromosom :

  1. Sentromer merupakan bagian kromosom yang menyempit dan berwarna terang.
  2. Kinetokor merupakan tonjolan dekat sentromer yang berfungsi untuk melekat pada benang spindel.
  3. Lengan kromosom merupakan badan yang terbagi oleh sentromer. lengan kromosom tersusun atas selaput, matriks dan kromonemata.
  4. Kromatid merupakan hasil duplikasi dari kromosom.
  5. Kromonemata pita berbentuk spiral dalam kromosom.
  6. Kromomer merupakan bahan protein yang mengendap di dalam kromonemata.
  7. Sentromer merupakan kromonemata yang berbentuk lurus.
  8. Lekukan kedua pangkal dari kromonemata. Fungsi lekukan kedua adalah tempat terbentuknya nucleolus.
  9. Telomer merupakan bagian dari ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan kromosom lain.
  10. Satelit merupakan tambahan pada ujung kromosom.

B. JUMLAH KROMOSOM

Jumlah kromosom bervariasi pada setiap makhluk hidup.Jumlah kromosom yang dimiliki antara makhluk hidup satu dengan yang lain tidak sama. Sel tubuh (sel somatik) memiliki jumlah kromosom 2n, sedangkan sel kelamin (genosom) memiliki separuh dari jumlah kromosom sel somatis. Kromosom dalam sel somatik manusia selalu dalam keadaan berpasangan disebut diploid (2n), sedangkan sel kelamin tidak berpasangan disebut haploid (n)

jumlah-kromosom

C. PASANGAN KROMOSOM

Kromosom dalam sel bisa berpasangan bisa juga tidak.
Kromosom dalam sel somatik makhluk hidup selalu dalam keadaan berpasangan disebut diploid (2n), sedangkan sel kelamin tidak berpasangan disebut haploid (n).

pasangan kromosom

D. UKURAN KROMOSOM

Makhluk hidup dengan jumlah kromosom sedikit memiliki kromosom dengan ukuran lebih besar dari pada makhluk hidup dengan jumlah kromosom lebih banyak.
Secara umum panjang kromosom berkisar 12 – 50 mikron, dan diameter antara 0,2 – 20 mikron.

ukuran kromosom

F. BENTUK KROMOSOM

Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibedakan atas:

  1. Metasentrik; Sentromer terletak dibagian median, membagi kromosom menjadi 2 lengan yang sama panjang.
  2. Submetasentrik; Sentromer terletak pada submedian, membagi kromosom mjd 2 lengan yg tdk sama panjang
  3. Akrosentrik; Sentromer terletak pada subterminal, satu lengan sangat pendek lengan lainnya lebih panjang.
  4. Telosentris; Sentromer terletak di ujung kromosom, yang memiliki satu lengan lurus berbentuk batang.

G. TIPE KROMOSOM

 Berdasarkan fungsinya, kromosom dibedakan atas :

  1. Autosom / kromosom tubuh; Kromosom yang tidak ada hubungannya dengan penentuan jenis kelamin.Penulisannya dilambangkan dengan simbol huruf A.
  2. Kromosom seks; kromosom yang menentukan jenis kelamin. terdiri atas kromosom X dan kromosom Y.

kromosom manusia

Klasifikasi dan pemberian nomor kromosom manusia berdasarkan konferensi genetika di Denver USA. Pasangan kromosom 1 – 22 adalah autosom, yang dikelompokkan menggunakan abjad A – G

jumlah kromosom

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 18, 2013 in Uncategorized

 

HUKUM MENDEL

Jika kita mengamati dalam sebuah keluarga antara anak dan orang tuanya akan nampak adanya persamaan, entah itu  sama dalam bentuk rambut, wajah, hidung, mata dll. Kemiripan atau kesamaan tersebut bisa dilihat dari sifat – sifat yang tidak tampak dari luar, misalnya sama dalam hal kepandaian, kesabaran atau bakat seni, kemiripan dan kesamaan  antara anak dan  orang tuanya tersebut bisa terjadi karena anak memperoleh atau mewarisi sifat  tersebut dari orang tuanya melalui perkawinan.

Dengan bekal ilmu yang dimiliki akhirnya manusia bisa menemukan ilmu yang mempelajari mengenai pola – pola keturunan / pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Pola pewarisan sifat tersebut dipelajari dalam ilmu genetika dan  pola – pola pewarisan tersebut disebut dengan hereditas.

Bagaimana caranya sifat orang tua bisa diturunkan ? apakah seluruh sifat orang tua diturunkan ke anaknya?

POLA – POLA HEREDITAS

Pada semua organisme  yang berkembang biak secara seksual, sifat – sifat induk diwariskan kepada keturunannya melalui sel gamet.

W.S Sutton (1902 ) seorang ahli genetika Amerika, memberikan pemikiran tentang pola – pola penurunan sifat sebagai berikut :

  1. Jumlah kromosom sel sperma dan ovum adalah setengah dari jumlah kromosom sel tubuh
  2. Organisme baru hasil fertilisasi ovum oleh sperma mengandung dua perangkat kromosom ( diploid : 2n ) pada setiap sel.
  3. Dalam pembelahan meiosis kedua perangkat kromosom memisah secara bebas.
  4. Setelah melalui proses mitosis dan meiosis, bentuk dan identitas setiap kromosom adalah tetap.

PEWARISAN SIFAT

Genetika adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan pemindahan informasi dari satu sel ke sel lain dan pewarisan sifat (hereditas )dari induk ke keturunannya.

ISTILAH GENETIKA

a. Parental; Parental disingkat P, berarti induk atau  orang tua, atau tetua

b. Filial; Filial adalah keturunan ( generasi ) yang diperoleh sebagai hasl dari perkawinan Parental, keturunan pertama Disingkat F1 Keturunan kedua disingkat F2 Dst.

c. Dominan; Dominan adalah sifat yang muncul pada keturunan, yang artinya dalam suatu perkawinan sifat ini dapat mengalahkan sifat pasangannya, gen dominan adalah gen yang dapat mengalahkan atau menutupi gen lain yang merupakan pasangan alelnya.

d. Resesif; Resesif adalah sifat yang tidak muncul pada keturunannya, yang artinya dalam suatu perkawinan sifat ini dapat dikalahkan ( ditutupi ) oleh sifat pasangannya. Gen resesif  adalah gen yang dikalahkan atau ditutupi oleh gen lain yang merupakan pasangan alelnya.

e. Genotipe; Genotipe adalah susunan genetik suatu sifat yang dikandung suatu individu yang menyebabkan munculnya sifat – sifat  pada fenotip

contoh : T adalah gen untuk tinggi, sedangkan t adalah gen untuk pendek; tinggi dominan terhadap pendek

maka : TT atau Tt adalah genotip dengan fenotipe tinggi; tt adalah genotipe dengan fenotipe pendek

f. Fenotipe; Fenotipe adalah sifat lahiriah yang merupakan bentuk luar yang dapat dilihat atau diamati. Fenotipe merupakan interaksi antara genotipe dan lingkungan, maka dapat dituliskan :

 F  =  G + L      F= fenotipe,     G= Genotipe  L= Lingkungan

g. Alel; Alel adalah anggota pasangan gen yang mempunyai sifat alternatif sesamanya. Gen – gen tersebut terletak pada lokus yang bersesuaian dari suatu kromosom yang homolog. Contoh  untuk pasangan gen Bb, B adalah alel dari b, dan b adalah alel dari B

h. Homozigot; Homozigot adalah pasangan alel dengan gen yang sama, keduanya gen dominan atau resesif. Contoh :(Homozigot dominan : BB,AA,TT,MM) (Homozigot resesif : bb, aa, tt.mm)

i. Heterozigot; Heterozigot adalah pasangan alel dengan gen yang tidak sama, yang satu gen dominan dan yang lain gen resesif. Contoh : Bb, Aa, Tt, Mm

j. Pembastaran; Pembastaran adalah perkawinan antara dua individu yang mempunyai sifat beda

   Hibrida adalah keturunan hasil penyerbukan silang dengan sifat – sifat yang berbeda

   Monohibrida   : hibrida yang memiliki satu sifat beda

   Dihibrida         : hibrida yang memiliki dua sifat beda

   Trihibrida        : hibrida yang memiliki  tiga sifat beda

   Polihibrida      : Hibrida yang memiliki banyak sifat beda

 

PEWARISAN SIFAT MENURUT  MENDEL

Gregor Johan Mendel (1822 – 1884 ) disebut juga bapak genetika. Karena melalui percobaannya beliau dapat meletakkan dasar – dasar ilmu genetika. Dalam percobaannya mendel menggunakan  tanaman kacang kapri atau ercis ( Pisum Sativum ). Alasannya, tanaman kacang kapri memiliki siklus hidup yang tidak lama, mudah disilangkan, memiliki bunga sempurna serta tidak memiliki  tujuh sifat yang mencolok. Dengan penelitian menggunakan  tanaman kapri tersebut akhirnya mendel dapat menemukan hukum – hukum genetika yang dikenal dengan Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II

  • HUKUM MENDEL  I

‘’Ketika berlangsung pembentukan gamet pada individu, akan terjadi pemisahan alel secara bebas’’

Oleh karena itu setiap gamet mengandung salah satu alel yang dikandung oleh induknya. Hukum mendel I  disebut juga segregasi bebas, dapat dijumpai pada persilangan monohibrid

a. ) Persilangan  Monohibrid

Mendel menyilangkan  dua individu kacang kapri yang memiliki satu sifat beda ( monohibrid) yaitu antara kapri berbatang tinggi dengan berbatang rendah, sifat tinggi dominan terhadap sifat rendah.

persilangan mnohibrid

Backcross dan testcross

Backcross adalah menyilangkan atau mengawinkan individu hasil hibrida ( F1 ) dengan salah satu induknya. Tujuannya untuk mengetahui genotipe induknya ( parental )

Contoh : sifat tinggi batang pada kacang kapri

persilangan backcros

TESTCROSS adalah menyilangkan individu F1 dengan salah satu induknya yang homozigot resesif, tujuannya untuk mengetahui apakah individu F1 itu homozigot ( galur murni ) atau heterozigot .

persilangan testcros

INTERMEDIAT adalah semidominan atau kodominan)adalah penyilangan dengan satu sifat beda, namun sifat dominan tidak mampu menutupi sifat resesif sehingga muncul sifat di antara keduanya.

persilangan intermediate

Keterangan : Warna  merah muda disebabkan oleh sifat M yang tidak dominan terhadap m, ataupun  sifat m yang tidak resesif  terhadap M, sifat demikian disebut intermediat.

  • HUKUM MENDEL  II

“Pada saat pembentukan gamet, gen – gen sealel akan mengelompok secara bebas”

Hukum mendel II  disebut juga  hukum asortasi atau pengelompokan gen secara bebas. Hukum mendel II dapat dibuktikan  dengan persilangan dihibrid atau lebih.

Mendel melakukan percobaan penyilangan  pada kacang kapri dengan dua sifat beda, yaitu warna dan bentuk biji.

B                  : Bulat, dominan terhadap keriput

b                   : Keriput

K                  : Kuning, dominan terhadap hijau

K                  : Hijau

Komposisi Gen

P                   :              BBKK              ><        bbkk

( bulat kuning )                        ( keriput hijau )

Gamet           :              BK                   ;           bk

F1                 :              BbKk   ( Bulat  kuning )

gamet            :              BK,Bk, bK, bk

F2                 :              BbKk   ><        BbKk

Gamet – gamet dari BbKk ( BK,Bk, bK, bk ) dapat berpasangan secara bebas  ( hukum mendel II ) sehingga F2  dapat dianalisis dengan sistem papan catur ( Punnet Square ) seperti berikut :

gamet

BK

Bk

bK

bk

BK

BBKK 1

BBKk  2

BbKK   3

BbKk  4

Bk

BBKk  5

BBkk 6

BbKk 7

Bbkk 8

bK

BbKK 9

BbKk  10

bbKK  11

bbKk  12

bk

BbKk  13

Bbkk  14

bbKk  15

bbkk16

Maka kemungkinan kombinasi genotipe dan fenotipe pada F2 adalah :

Nomor kotak genotipe fenotipe
1 BBKK Bulat kuning
2, 5 BBKk Bulat kuning
3, 9 BbKK Bulat kuning
4, 7, 10, 13 BbKk Bulat kuning
6 BBkk Bulat hijau
8, 14 Bbkk Bulat hijau
11 bbKK Keriput kuning
12, 15 bbKk Keriput kuning
16 bbkk Keriput hijau

Rasio fenotipe F2 = bulat kuning : bulat  hijau : keriput kuning  :  keriput hijau

9          :      3             :          3                 :      1

Macam gamet, jumlah gamet, dan jumlah macam fenotip

Jumlah sifat beda Macam gamet pada F1            Jumlah macam ga pada F2 Macam fenotip pada F2 Perbandingan fenotipe pada F2

seluruhnya

homozigot

heterozigot

1 21 = 2 31= 3 21 = 2 3 – 2 = 1 21 = 2  3 : 1
2 22 = 4 32= 9 22 = 4 9 – 4 = 5 22 = 4 9:3:3:1
3 23= 8 33= 27 23 = 8 27 – 8 = 19 23 = 8 27 : 9 : 9: 9 : 3 : 3 : 3 : 1
n 2n 3n 2n 3n – 2n 2n
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 18, 2013 in Uncategorized

 

Macam – Macam Adaptasi Pada Makhluk Hidup

Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh 3 hal, yakni adaptasi, seleksi alam serta perkembangbiakan. Dengan beradaptasi, makhluk hidup yang mampu bertahan akan berlangsung hidupnya , yang tidak mampu bertahan akan punah, dalam peristiwa inilah alam akan berperan sebagai penyeleksi. Sedangkan perkembangbiakan untuk melestarikan jenisnya, sehingga kelangsungan hidupnya terjaga.

 A. ADAPTASI

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Berdasarkan bentuknya, adaptasi diklasifikasikan menjadi 3, yakni: adaptasi Morfologi (bentuk tubuh), adaptasi Fisiologi ( fungsi kerja tubuh), serta adaptasi tingkah laku (behavioral).

1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi Morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya. Adaptasi ini sangat mudah dikenali dan mudah diamati karena tampak dari luar.

Contoh: aneka jenis paruh dan kaki burung, beragam tipe mulut serangga, aneka ragam jenis akar, batang dan daun pada tanaman.

Adaptasi morfologi  pada hewan

a. Burung

Burung memiliki bentuk kaki yang berbeda-beda disesuaikan dengan tempat hidupnya dan jenis mangsa yang dimakannya. Berdasarkan lingkungan dan jenis makanan yang dimakannya, bentuk kaki burung dikelompokkan menjadi lima,

Ayam

kaki-burung

Bentuk paruh burung juga beraneka ragam. Keanekaragaman bentuk paruh burung sesuai dengan jenis makanannya. Perhatikan keanekaragaman bentuk paruh burung pada tabel 3.2

paruh (1)

b. Serangga

Untuk memperoleh makanannya, serangga memiliki cara tersendiri. Salah satu bentuk penyesuaian dirinya adalah bentuk mulut yang bebedabeda sesuai dengan jenis makanannya. Bedasarkan jenis makanan yang dimakannya, jenis mulut serangga dibedakan menjadi empat, yaitu mulutpengisap, mulut penusuk, mulut penjilat, dan mulut penyerap.

1) Mulut pengisap

Mulut pengisap pada serangga bentuknya seperti belalai yang dapat digulung dan dijulurkan. Contoh serangga yang memiliki mulut pengisap adalah kupu-kupu. Kupu-kupu menggunakan mulut pengisap untuk mengisap madu dari bunga.

2) Mulut penusuk dan penghisap

Mulut penusuk dan penghisap pada serangga memiliki ciri bentuk yang tajam dan panjang. Contoh serangga yang memiliki mulut penusuk dan penghisap adalah nyamuk. Nyamuk menggunakan mulutnya untuk menusuk kulit manusia kemudian menghisap darah. Jadi, selain mulutnya berfungsi sebagai penusuk juga berfungsi sebagai pengisap.

3) Mulut penjilat

Mulut penjilat pada serangga memiliki ciri terdapatnya lidah yang panjang dan berguna untuk menjilat makanan berupa nektar dari bunga, contoh serangga yang memiliki mulut penjilat adalah lebah.

4) Mulut penyerap

Mulut penyerap pada serangga memiliki ciri terdapatnya alat penyerap yang mirip spons (gabus). Alat ini digunakan untuk menyerap makanan terutama yang berbentuk cair. Contoh serangga yang memiliki mulut penyerap adalah lalat.

Mulut Serangga

c. Unta

Unta hidup di daerah padang pasir yang kering dan gersang. Oleh karena itu bentuk tubuhnya disesuaikan dengan keadaan lingkungan padang pasir. Bentuk penyesuaian diri unta adalah adanya tempat penyimpanan air di dalam tubuhnya dan memiliki punuk sebagai penyimpan lemak. Hal inilah yang menyebabkan unta dapat bertahan hidup tanpa minum air dalam waktu yang lama.

d. Bentuk Gigi secara khusus

Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.

e. Bentuk Moncong

  • Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan.
  • Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap.
  • Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya.
  • Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga

Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan

Berdasarkan tempat hidupnya, tumbuhan dibedakan menjadi sebagai berikut.

  • Xerofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kering, contohnya kaktus.

Cara adaptasi xerofit. antara lain mempunyai daun berukuran kecil atau bahkan tidak berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri), batang dilapisi lapisan lilin yang tebal, dan berakar panjang sehingga berjangkauan sangat luas.

kaktus

  • Hidrofit. yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan berair, contohnya teratai.

Cara adaptasi hidrofit, antara lain berdaun lebar dan tipis, serta mempunyai banyak stomata. Batangnya  berongga  berisi udara sehingga bias mengapung.

teratai

  • Higrofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan lembap, contohnya tumbuhan paku dan lumut.

paku n lumut

  • Daun; Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap.

Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan.

kantung semar

  • Bunga; Bentuk bunga tumbuhan  juga dapat dianggap sebagai adaptasi morfologi. Bentuk bunga  ini berkaitan dengan cara penyerbukannya. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu serangga umumnya memiliki warna perhiasan bunga yang menarik.

kelopak bunga

  • Akar; Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas.

bakau

2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi Fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ bisa bertahan hidup. Adaptasi ini berlangsung di dalam tubuh, sehingga sulit untuk diamati.

Beberapa contoh  adaptasi fisiologi

  • Adaptasi Fisiologi pada Manusia
  1. Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai/dataran rendah.
  2. Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang kebanyakan.
  3. Pada saat udara dingin, orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine (air seni).
  • Adaptasi Fisiologi pada Hewan

Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi karnivor (pemakan daging). herbivor memakan tumbuhan), serta omnivor (pemakan daging dan turnbuhan). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya. antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim pencernaan yang berbeda. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel berdinding sel keras, rata-rata usus herbrvor lebih panjang daripada usus karnivor:

Sistem Pencernaan Khusus pada hewan Ruminansia

Hewan Ruminansia (pemakan rumput), memiliki tipe pencernaan khusus untuk mencerna rumput-rumputan yang memiliki dinding sel. Hewan ini bisa mencerna makanan di lambung.

Sistem Kerja Tubuh pada Ikan Air Laut

Ikan air laut menghasilkan urine yang lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai. Hal ini disebabkan kadar garam air laut lebih tinggi daripada kadara garam air tawar,

sehingga menyebabkan ikan air laut kek Akibatnya, kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat.

Kecepatan Metabolisme. Ketika  berada di daerah dingin , kecepatan metabolism hewan berdarah panas  akan meningkat.

  • Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan
  1. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh serangga mempunyai bunga yang berbau khas.
  2. Tumbuhan tertentu menghasilkan zat khusus yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain atau melindungi diri terhadap herbivor. Misalnya. semak azalea di Jepang menghasilkan bahan kimia beracun sehingga rusa tidak memakan daunnya. ( zat alelopati )

3. Adaptasi Tingkah Laku

                Penyesuaian Tingkah Laku terhadap Lingkungan

Beberapa jenis hewan ada yang menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara mengubah tingkah laku. Cara ini selain untuk mendapatkan makanan juga untuk melindungi diri dari musuh atau pemangsa. Perhatikan beberapa contoh hewan yang menyesuaikan diri dengan tingkah laku berikut ini!

a. Bunglon

Kalian tentu pernah melihat bagaimana bunglon dapat merubah warna kulitnya sesuai dengan warna tempat ia berada. Ketika berada di pohon yang berwarna coklat maka tubuh bunglon akan berrwarna coklat. Begitu juga ketika ia berada di pohon yang berwarna hijau maka tubuhnya akan berwarna hijau. Perubahan warna tubuh pada bunglon merupakan bentuk penyesuaian diri agar ia terlindung dari musuhnya. Perubahan warna kulit sesuai dengan warna lingkunagannya seperti yang dilakukan olehBunglon dinamakan mimikri.

b. Kalajengking

Kalajengking melindungi dirinya dari musuh dengan menggunakan sengatnya. Sengatnya ini mengandung racun yang dapat membunuh musuhnya. Selain kelajengking, hewan lain yang menggunakan zat racun untuk melindungi dirinya dari serangan musuh adalah, kelabang, lebah, dan ular.

c. Cumi-Cumi

Cumi-cumi melindungi diri dari musuhnya dengan cara menyemburkan cairan, seperti tinta ke dalam air. Hal ini menyebabkan musuh yang menyerangnya tidak dapat melihatnya dan ia dapat berenang dengan cepat untuk menghindari musuhnya tersebut.

d. Siput

Siput memiliki pelindung tubuh yang keras dan kuat yang disebut cangkang. Hewan jenis ini melindungi diri dari musuhnya dengan cara memasukkan tubuhnya kedalam cangkang. Selain siput, kura-kura, dan penyu juga memiliki cangkang yang digunakan untuk melindungi diri dari musuhnya.

e. Cecak

Cicak merupakan contoh hewan yang ekornya mudah putus. Dalam keadaan bahaya, cicak mengelabuhi musuhnya dengan cara memutuskan ekornya. Kejadian ini dinamakn autotomi. Jika seekor cicak dikejar pemangsa,ekornya secara mendadak putus dan bergerak-gerak sehingga perhatian pemangsa akan tertuju pada ekor yang bergerak-gerak tersebut. Kesempatan itulah yang digunakan cicak untuk menghindarkan diri dari kejaran predator.

f. Ikan paus

Paus adalah mamalia yang hidup di air. Seperti hewan mamalia yang lain, walaupun hidup di air paus bernapas menggunakan paru-paru. Padahal paru-paru tidak dapat mengambil oksigen dari air. Paus dan semua mamalia yang hidup di air, kurang lebih tiap tiga puluh menit muncul ke permukaan air untuk menghirup oksigen. Mungkin kalian pernah melihat bagaimana perilaku paus lewat siaran televisi. Ketika muncul ke permukaan air laut, paus mengeluarkan sisa pernapasan berupa karbondioksida dan uap air yang sudah jenuh dengan air sehingga terlihat seperti air mancur. Setelah itu paus menghirup udara sebanyak-banyaknya sehingga paru-parunya penuh dengan udara.

g. Hibernasi dan estivasi

Pada musum dingin banyak hewan berdarah panas membutuhkan energi tambahan untuk menjaga suhu tubuhnya, tetapi makanan sangat langka. Untuk dapat bertahan maka beberapa hewn, misalnya tikus, landak, beruang hitam dan lain-lain melakukan hibernasi, yaitu tidur panjang di musim dingin. Demikian pula untuk hewan yang hidup di daerah guru yang sangat panas dan pada musim kemarau mempunyai perilaku tertentu yang yaitu melakkukan estivasi yaitu tidur panjang di musim kemarau, supaya dapat bertahan hidup di daerah gurun. Misalnya pada kadal, katak, keong, dan lain-lain.

BIO SAINS

Burung pemakan biji  tidak memiliki cakar depan untuk memegang biji seperti pada rodentia ( hewan pengerat ) Dia menyelipkan biji pada pohon dan  membukanya dengan  patukan – patukan

Sumber : Dunia Bintang 1984

Beberapa ikan mengeluarkan kejutan listrik yang lemah untuk menakuti musuhnya.ikan ini akan  mengeluarkan kejutan listrik yang dapat melumpuhkan musuhnya bila diserang, seekor belut dapat membuat kejutan beraliran listrik 220 V kejutan ini dapat membuat manusia atau kuda pingsan. Tampaknya kejutan listrik ini merupakan gerakan reflex terhadap bahaya. 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 17, 2013 in Uncategorized

 

Perkembangbiakan bagi Kelangsungan Hidup

  • PERKEMBANGBIAKAN  ORGANISME

Perkembangbiakan merupakan salah satu ciri yang dimiliki organisme, tentu kalian masih ingat ciri – ciri organisme selain berkembangbiak, misalnya bernapas, bergerak, memerlukan makanan, tumbuh, peka terhadap rangsangan dan memerlukan zat – zat sisa metabolisme, dari  ciri – ciri organisme itu, berkembangbiak dapat dianggap sebagai ciri utama suatu organisme, berkembangbiak adalah kemampuan organisme menghasilkan keturunan. Tujuan organisme berkembangbiak adalah  adalah untuk memperbanyak diri dan  mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya dalam ekosistem sehingga tidak punah.

TINGKAT TEPRODUKSI

Tingkat reproduksi atau kemampuan berkembang biak pada setiap organism baik hewan maupun tumbuhan berbeda. Tingkat reproduksi adalah kemampuan suatu organism dalam menghasilkan keturunan. Suatu organism yang memiliki tingkat  reproduksi tinggi mampu menghasilkan banyak keturunan dalam waktu relative singkat, contoh  organism yang memiliki tingkat reproduksi tinggi adalah golongan serangga, pada organism tingkat yang memiliki tingkat reproduksi rendah, jumlah keturunan yang dihasilkan sedikit dan waktu yang diperlukan untuk menghasilkan keturunan relative lama contohnya  organism yang mempunyai tingkat reproduksi rendah adalah golongan  mamalia ( badak, kuda, harimau,gajah, banteng dan orang utan )

  • CARA PERKEMBANGBIAKAN ORGANISME

Perkembangbiakan organism dapat terjadi dengan dua cara yang sangat berbeda, yaitu perkembangbiakan generative dan vegetative. Perkembangbiakan vegetative dan generative biasanya digunakan untuk menyebut perkembangbiakan pada tumbuhan. Sedangkan pada hewan  disebut perkembangbiakan  seksual ( generative ) dan aseksual (  vegetative )

REPRODUKSI GENERATIF PADA TUMBUHAN

  • BAGIAN – BAGIAN BUNGA

Bentuk dan susunan bunga pada berbagai jenis tumbuhan berbeda, namun pada dasarnya setiap bunga mempunyai bagian – bagian yang sama, bagian bunga terdiri atas du macam, yaitu  perhiasan dan alat kelamin.

1. Perhiasan Bunga

  • Perhiasan bunga terdiri atas mahkota dan Kelopak Bunga

Mahkota bunga tersusun atas daun – daun mahkota yang mengelilingi alat kelamin atau alat perkembangbiakan, pada umumnya mahkota bunga mempunyai warna  menyolok, bau yang khas dan kelenjar madu. Warna, bau, dan adanya kelenjar madu sangat besar manfaatnya bagi bunga karena dapat  menarik serangga dan hewan lain yang dapat membantu terjadinya penyerbukan.

kelopak bunga

Disebelah luar mahkota bunga terdapat bagian seperti daun kecil –  kecil berwarna hijau.bagian itulah  yang disebut kelopak bunga, bagian itu penting pada saat   bunga belum mekar, yaitu untuk melindungi bagian bunga lainnya.

gambar bunga

2. Alat Perkembangbiakan

  • PUTIK

putik

Putik dapat dibedakan menjadi  kepala putik, tangkai putik dan  bakal buah. Di dalam bakal buah terdapat satu atau lebih  bakal biji.di dalam bakal biji  terdapat kandung lembaga  yang mengandung  calon inti sel telur, apabila inti  tersebut membelah diri secara berulang – ulang akan dihasilkan beberapa inti diantaranya inti sel telur. Apabila inti sel telur itu melebur dengan inti spermatozoid akan menghasilkan zigot yang yang selanjutnya akan tumbuh menjadi embrio atau lembaga. Embrio akan tersimpan di dalam bakal biji dan akan berkembang menjadi biji.  Sementara itu kandung lembaga berkembang menjadi cadangan makanan dan bakal buah menjadi buah.

  • Benang Sari

Benang sari  terbagi atas beberapa bagian, yaitu kepala sari dan tangkai sari. Pada kepala sari yang telah cukup tua dapat dibedakan lagi antara serbuk sari dan kotak sari, pada serbuk sari itulah terkandung bakal spermatozoid  beberapa benang sari tumbuh tersusun mengelilingi putik. Kepala sari  pada umumnya terdiri atas empat kotak sari yang masing – masing berisi serbuk sari atau tepung sari ( pollen )

Sel kelamin jantan berasal dari sel induk mikrospora, pembentukan sel kelamin jantan ( mikrosporogenesis ) berlangsung  di dalam kepala sari ( antera) sel induk mikrospora yang bersipat diploid melalui pembelahan meiosis membentuk empat sel kelamin jantan ( mikrospora) yang haploid, masing – masing   sel haploid itu kemudian berkembang menjadi serbuk sari yang masak, selanjutnya, inti selnya mengalami pembelahan biasa ( kariokinesis ) membentuk sebuah inti vegetatif dan sebuah inti generatif, yang masing – masing haploid

Berdasarkan  bagian – bagiannya, bunga dapat dibedakan menjadi  dua, yaitu ;

a. Bunga lengkap; Adalah bunga yang memiliki keempat bagian bunga, yaitu mahkota bunga, kelopak bunga, putik dan benang sari. Contoh bunga lengkap adalah bunga kembang sepatu dan bunga kacang

b. Bunga tidak lengkap; Adalah bunga yang tidak memiliki satu atau beberapa bagian bunga tersebut, misalnya bunga salak,dan bunga kelapa. 

Berdasarkan  lengkap atau tidaknya alat kelamin, bunga dibedakan menjadi  dua macam :

a.) Bunga sempurna ; Adalah bunga yang memiliki putik dan benang sari, Bunga sempurna biasa disebut  bunga hermafrodit atau bunga banci. Contoh : bunga kapas, bunga kacang, bunga bakung, bunga mangga.

b.) Bunga tidak sempurna ; Bunga yang hanya memiliki putik atau benangsari saja. Bunga tidak sempurna disebut sebagai bunga tunggal, bunga yang memiliki putik saja disebut bunga betina dan bunga yang hanya memiliki benangsari saja disebut bunga  jantan. Contoh  bunga berkelamin tunggal seperti bunga kelapa, bunga jagung, bunga salak, bunga pinus, dan bunga pakis haji.

bunga sempurna dan tidak

Tumbuhan pakis haji  merupakan tumbuhan berumah dua karena dalam satu batang tumbuhan hanya terdapat  bunga jantan dan bunga betina saja, jadi pada tumbuhan  berumah dua, alat kelamin jantan dan  alat kelamin betina tidak terletak dalam satu batang tumbuhan  yang berbeda, bunga pada tumbuhan pakis haji  dinamakan strobilus atau runjung yang berbentuk kerucut. Pada tumbuhan pakis haji betina tumbuh beberapa strobilus yang berbentuk kerucut, diatasnya  terdapat daun – daun kecil seperi sisik, sedangkan dibagian agak bawah dihasilkan serbuk sari.

Tumbuhan pakis haji jantan menghasilkan mikrosforofil yang membentuk mirosposporofil  yang membentuk mikrospora, sedangkan pakis haji betina  menghasilkan  megasporofil yang akan membentuk megaspora.

3. Penyerbukan

Pada tumbuhan, sebelum terjadi proses pembuahan (fertilisasi), terjadi proses penyerbukan/persarian (polinasi). Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya melekatnya serbuk sari di kepala putik. Pada tumbuhan biji tertutup (Gymnospermae) penyerbukan adalah melekatnya serbuk sari langsung pada bakal biji.

Tumbuhan berumah satu adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tumbuhan. baik pada satu bunga ataupun pada bunga yang berbeda. Contoh tumbuhan berumah satu adalah kacang-kacangan, jambu-jambuan, dan terung-terungan.
Tumbuhan berumah dua adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam tumbuhan yang berbeda. Contoh tumbuhan berumah dua adalah salak dan pakis haji.
Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik, penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut.

  • Anemogami adalah penyerbukan dengan bantuan angin. Anemogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran kecil; tidak mempunyai mahkota bunga atau mahkota bunganya berukuran kecil, mahkota bunga tidak berrvarna menarik atau berwarna seperti daun; tidak mempunyai kelenjar madu; tangkai bunga panjang. bunga terletak jauh di atas daun; serbuk sari kecil, sangat banyak, dan ringan sehingga mudah diterbangkan angin; kedudukan benang sari bergantungan, serbuk sarinya berhamburan jika digoyang; kepala putik besar, berbulu, tangkai putik terjulur ke luar, kepala putik menyembul keluar dari bunga sehingga mudah menangkap serbuk sari. Anemogami clapat terjadi pada rumputrumputan, padi, dan jagung.
  • Hidrogami adalah penyerbukan dengan bantuan air. Hidrogami dapat terjadi pada Hydrilla sp, eceng gondok, dan teratai. Penyerbukan dengan bantuan air akan terjadi jika tubuh tanarnan terendam dalam air.
  • Zoidiogami adalah penyerbukan dengan bantuan hewan. Zoidiogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran besar; mahkota bunga berwarna mencolok dengan aroma khas; memiliki kelenjar madu; serbuk sari bersifat lengket (mudah melekat). Zoidiogami dapat terjadi pada jambu, mangga, jeruk, dan pepaya. Zoidiogami dibedakan berdasarkan jenis hewan yang membantu penyerbukan. Misalnya. Entomogami (penyerbukan dengan bantuan serangga, antara lain lalat, kumbang, dan lebah), malakogami (penyerbukan dengan bantuan siput/bekicot), dan kiropterogani (penyerbukan dengan bantuan kelelawar).
  • Penyerbukan dengan bantuan manusia (antropogami), sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan manusia. Hal ini terjadi karena tidak ada perantara yang membantu penyerbukan. Penyerbukan ini dapat terjadi pada vanili dan beberapa jenis anggrek. Penyerbukan ini dilakukan untuk mendapatkan jenis bibit baru yang unggul. Berdasarkan asal serbuk sari yang jatuh ke kepala putik. penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Penyerbukan sendiri (autogami), terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga itu sendiri. Jika terjadinya penyerbukan pada saat bunga masih kuncup, disebut kleistogami.
  2. Penyerbukan tetangga (geitonogami), terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga lain dalam satu tanaman.
  3. Penyerbukan silang (allogami), terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang termasuk satu jenis (spesies).

Penyerbukan bastar, terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang sejenis, tetapi berbeda varietas, misalnya bunga mangga manalagi diserbuki bunga mangga golek.

4. Pembuahan

Pada tumbuhan biji  terbuka ( gymnospermae )  tiap inti generative membuahi satu sel telur yang masing – masing akan menjadi calon  individu baru.pembuahan seperti ini disebut pembuahan tunggal

Pada tumbuhan biji tertutup ( Angiospermae )  bakal biji terdapat di dalam bakal buah, akibatnya sel kelamin jantan dari kepala putik bergerak ke bakal  buah melalui buluh  serbuk sari. Buluh serbuk sari  mengantarkan inti generative menuju inti sel telur di dalam bakal biji melalui pintu bakal biji ( mikropil ) dari dua inti generative tersebut, inti generative 1 melebur dengan inti sel telur, sedangkan inti  generative II melebur dengan  inti kandung lembaga sekunder, hasil peleburan  inti generative I dan sel telur menghasilkan calon individu baru, hasil peleburan  inti generative II dengan inti kandung lembaga sekunder membentuk cadangan makanan biji ( endosperma ) dengan demikian pembuahan pada  tumbuhan biji tertutup tersebut  disebut pembuahan ganda.

Setelah terjadi  pembuahan, selanjutnya bakal buah akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi  biji.  Pada umumnya buah berasal dari perkembangan alat kelamin betina bunga sehingga merupakan  buah sejati. Contoh buah mangga, papaya dan semangka. Namun adapula yang tidak hanya berasal  dan berkembang dari alat  perkembangbiakan betina dinamakan buah semu, contohnya adalah buah nangka, arbei dan jambu monyet, buah jambu monyet berasal dari  tangkai bunga. Sedangkan buah nangka berasal dari ibu tangkai bunga beserta daun – daun  tenda bunganya yang berlekatan satu sama lain.

Reproduksi Vegetatif

Reproduksi vegetatif pada tumbuhan berbiji dapat dibedakan menjadi dua macam. yaitu reproduksi vegetatif alami dan reproduksi vegetatif buatan. Reproduksi vegetatif alami adalah reproduksi vegetatjf yang terjadi secara alami (tanpa campur tangan manusia), sedangkan reproduksi vegetatif buatan adalah reproduksi vegetatif dengan bantuan manusia.

  • Rhizoma

Rhizoma (akar rimpang) sebenarnya adalah akar yang tumbuh mendatar dan terletak di bawah permukaan tanah. Rhizoma berbentuk mirip akar, tetapi berbuku-buku (beruas-ruas) seperti batang dan pada ujungnya terdapat kuncup. Pada setiap buku terdapat daun yang berubah bentuk menjadi sisik dan di setiap ketiak sisik terdapat tunas. Jika tunas di ujung rhizoma dan ketiak tumbuh menjadi tanaman baru, tanaman tersebut tetap bergabung dengan tanaman induknya sehingga membentuk rumpun. Rhizoma antara lain
ditemukan pada tanaman lengkuas, kunyit, sansiviera, dan temu lawak.

  • Geragih (Stolon)

Geragih (stolon) adalah batang yang tumbuh menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah. pada geragih terdapat buku-buku dengan tunas-tunas yang dapat tumbuh menjadi organisme baru. Di bagian bawah tunas dapat tumbuh akar-akar serabut baru. Kuncup bagian ujung umumnya menyentuh ranah. Setelah jauh dari induknya, ujung geragih akan membelok ke atas dan tumbuh menjadi tanaman baru yang jauh dari induknya. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan geragih adalah pegagan dan arbei (geragih tumbuh menjalar di atas tanah), serta rumput teki (geragih tunbuh di barvah permukaan tanah).

  • Tunas Adventif

Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh bukan pada ujung batang ataupun ketiak daun. Contoh tumbuhan yang me|akukan perkembangbiakan dengan tunas adventif adalah cocor bebek. kesemek, dan sukun.

  • Umbi Lapis

Umbi lapis adalah tunas yang mengalami modifikasi’ terdiri atas batang yang sangat pendek, dibungkus oleh daun-daun yang berdaging, dan menyerupai sisik. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah bawang merah, bawang putih, dan bakung.

  • Umbi Batang

Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah, ujungnya menggembung membentuk umbi. Bagian ini merupakan tempat menyimpan cadangan makanan, terutama zat tepung. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang adalah kentang dan gembili. Umbi batang juga merupakan alat perkembangbiakan secara vegetatif. Pada umbi batang dapat tumbuh mata tunas, yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 17, 2013 in Uncategorized

 

Reproduksi Virus

Virus  menunjukkan satu ciri kehidupan , yaitu reproduksi, namun reproduksi  virus hanya  terjadi jika berada dalam sel organism lain, dengan demikian virus hanya dapat hidup secara parasit, reproduksi virus  terjadi dengan cara yang bervariasi. Meskipun demikian semua cara reproduksi virus melalui 5 tahap, yaitu tahap pelekatan ( adsorbs ), penetrasi ( injeksi ),replikasi dan sintesis ( penggabungan ), pematangan  (perakitan )dan pelepasana  (lisis ) .

Berdasarkan  tahapan – tahapannya itu daur hidup virus dapat dibedakan  menjadi daur litik  dan daur lisogenik. Berikut ini akan diuraikan kedua macam daur hidup virus tersebut, terutama virus penginfeksi  bakteri atau fag.

a.          Fase pembelahan

Dalam keadaan tersambung itu, DNA Virus tidak aktif, yang dikenal sebagai profag. Karena DNA Virus menjadi satu dengan DNA Bakteri, maka jika DNA Bakteri melakukan replikasi, profag juga melakukan  replikasi. Misalnya saja jika bakteri akan membelah diri, DNA Bakteri akan mengcopy diri dengan proses replikasi. Dengan demikian profag juga ikut terkopi, terbentuklah dua sel bakteri sebagai hasil pembelahan  dan di dalam setiap sel anak bakteri terkandung profag yang identik. Demikian seterusnya hingga proses pembelahan bakteri berlangsung berulang kali sehingga setiap sel bakteri yang terbentuk di dalamnya terkandung profag, dengan demikian jumlah profag mengikuti jumlah sel bakteri  yang ditumpanginya.

b.         Fase Sintesis

Oleh karena satu dan lain hal umpamanya karena radiasi atau pengaruh zat kimia tertentu, profag tiba – tiba aktif, profag tersebut memisahkan diri dari DNA Bakteri, kemudian menghancurkan DNA Bakteri, selanjutnya DNA virus mengadakan sintesis yakni mengsintesis potein untuk digunakan  sebagai kapsid  bagi virus – virus baru dan juga mereplikasiDNA sehingga DNA Virus menjadi banyak.

 c.        Fase perakitan.

Kapsid – kapsid  di rakit  menjadi kapsid virus yang utuh yang berfungsi sebagai selubung virus. Kapsid Virus yang terbentuk mencapai  100 – 200 kapsid baru, selanjutnya DNA Hasil replikasi masuk ke dalamnya guna membentuk virus – virus baru.

 d.         Fase litik

Setelah terbentuk virus – virus baru terjadilah lisis sel bakteri ( uraian sama dengan  litik ) virus – virus yang terbentuk berhamburan keluar sel  bakteri guna menyerang bakteri baru, dalam daur selanjutnya virus dapat mengalami daur litik atau lisogenik, demikian seterusnya.

Virus dapat ‘’ memaksa ‘’ sel – sel inang untuk memproduksi virus – virus baru, berdasarkan jenis asam nukleatnya, ada 3 bentuk strategi virus  dalam ‘’memaksa’’ sel – sel inang untuk membentuk virus – virus baru.

  • VIRUS YANG MEMILIKI ASAM NUKLEAT YANG BERUPA DNA.

Virus  menginfeksi  sel inang, DNA mengalami replikasi  ( penggandaan ) menjadi beberapa DNA. DNA juga  mengalami transkripsi membentuk mRNA ( RNA- Duta ). RNA Duta ( mRNA) akan mengalami translasi ( penerjemahan ) untuk menghasilkan protein selubung virus . masih di dalam sel inang, DNA dan protein virus mengkontruksi diri menjadi virus – virus baru. mRNA juga menstralasi membentuk enzim penghancur yang akhirnya menghancurkan membran sel. Dengan demikian sel inang lisis ( hancur ) dan virus – virus keluar dan siap menginfeksi sel inang yang baru, virus yang intinya berupa DNA misalnya virus herpes, bakteriofag, virus cacar.

  • VIRUS YANG INTINYA BERUPA RNA

Virus yang intinya berupa RNA, di daam sel inang akan mengalami replikasi membentuk  RNA- RNA baru. RNA juga mengalami translasi membnentuk protein untuk selubung virus.  Di dalam sel inang, RNA dan protein virus mengkontruksi diri menjadi virus – virus baru.mRNA juga menstranslasi membentuk enzim penghancur yang menghancurkan membrane sel. Dengan demikian sel inang lisis ( hancur ) dan virus – virus keluar dan siap menginfeksi sel inning yang baru.

  • RETROVIRUS ( virus dengan inti rna yang dapat menjadi cetakan  untuk membentuk kopi dna )

Berbeda dengan kedua  macam virus di atas retrovirus masuk ke dalam sel dengan endositosis, endositosis adalah masuknya molekul ke dalam sel dengan cara : sel membentuk tonjolan kemudian molekul di telan masuk ke dalam sel. Jadi dengan cara endositosis, baik inti maupun kapsid retrovirus ikut masuk ke dalam sel inang.

Di daalm sel inang, RNA, retrovirus dapat membuat kopi DNA ( cDNA). Hal ini dapat terjadi karena retrovirus memiliki enzim  transcriptase balik,, yaitu suatu enzim yng dapat membuat kopi DNA  dari RNA. Kemampuan ini  tidak  dimiliki organisme, dan hanya dimiliki  oleh virus. DNA kopi ini kemudian diintegrasikan kedalam DNA inang ( pada umumnya sel hewan )DNA kemudian mengalami transkripsi membentuk RNA, baik RNA Yang akan  menjadi RNA inti virus, maupun mRNA yang membawa kodon yang  akan ditranslasikan  menjadi protein dan enzim transcriptase balik

Selanjutnya RNA – RNA inti virus, enzim transriptase balik, dan protein virus mengkontruksi  diri membentuk  virus – virus baru. Retrovirus tidak memproduksi enzim penghancur, jadi virus – virus baru yang di bentuk di dalam sel inang keluar sel tanpa menghancurkn membrane sel, yaitu dengan eksositosis, eksositosis adalah kebalikan dari endositosis

Contoh retrovirus adalah HIV, virus  penyebab penyakit AIDS. HIV mempunyai inti RNA, dan didalam sel tubuh manusia enzim transcriptase balik akan membuat kopi DNA dari RNA HIV tersebut.

Seperti telah disebutkan  bahwa cara reproduksi virus bervariasi. Berikut ini 2 contoh reproduksi virus. Yaitu reproduksi  pada virus  bakteri ( bakteriofage ) dan virus hewan

REPRODUKSI BAKTERIOFAGE

Reproduksi bakteriofage dapat terjadi melalui dua siklus. Yaitu siklus litik dan lisogenik, pada siklus litik tahap pelekatan,penetrasi, replikasi dan sintesis serta pematangan berlangsung cepat. Partikel virus dapat dari sel yang diinfeksi dengan memecahkan sel tersebut sehingga sel inang mati ( lisis)

Pada siklus lisogenik, DNA/RNA virus akan disisipkan pada romosom sel inang. Kromosom yang tersisipi DNA/RNA virus akan mengadakan replikasi, hal ini terjadi secara terus menerus selama pembelahan sel sehingga materi genetic virus akan diwariskan pada sel – sel anakan sel inang, jadi pada siklus lisogenik, infeksi virus memasuki masa laten, artinya sel inang tidak pecah ( mati )

REPRODUKSI VIRUS HEWAN

Salah satu jenis virus hewan adalah  virus yang memiliki sampul virus, pada tahap pelekatan, sampul virus melekat dan berfusi ( bergabung ) dengan membrane sel inang. Pada tahap penetrasi DNA virus dan kapsid terpisah, selanjutnya pada tahap replikasi dan sintesis terjadi replikasi DNA Virus,kapsid dan sampul virus.pada tahaap pematangan terbentuklah partikel partikel virus baru, pada tahap ini juga sampul virus terbentuk pada partikel virus baru.pada tahap pelepasan, virus baru keluar dari sel inang dan siap menginfeksi sel lain.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 2, 2012 in Uncategorized

 

Ciri – ciri virus

Virus  memiliki ciri tertentu, ciri virus meliputi ukuran,bentuk, struktur,  dan fungsi

1. Ukuran

Virus memiliki  ukuran sangat renik, yaitu antara 25 – 300 nm ( 1 nm = 10-9 m). virus yang berukuran paling kecil adalah virus polio. Panjang tubuhnya hanya 25 nm, virus yang berukuran besar adalah virus penyerang bakteri yang panjang tubuhnya 100 nm dan virus mosaic tembakau ( TMV ) yang panjang tubuhnya 300 nm. Oleh karena ukuran tubuhnya sangat renik virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop electron.

2. Bentuk

Virus memiliki bentuk bermacam – macam, ada yang bulat, batang, dan ada yang seperti huruf T. virus yang berbentuk  bulat misalnya virus influenza ( influenza virus ) dan virus penyebab AIDS ( Human Immunodeficiency Virus /HIV ). Virus yang berbentuk batang misalnya virus mosaic tembakau ( Tabacco mosaic virus/TMV). Virus yang berbentuk Polihidris misalnya Adenovirus ( penyebab penyakit demam ). Virus yang berbentuk huruf T misalnya virus yangmenyerang bakteri ( bakteriofage atau disingkat fage ).

3. Struktur dan Fungsi

  • Bagian tubuh luar

Tubuh virus ( misalnya bakteriofag T4 ) tersusun  atas kepala, ekor dan serabut ekor. Kepala memiliki  bentuk bersegi delapan yang di dalamnya mengandung inti virus dan dikenal  sebagai kepala virus. Dari kepala virus muncul  selubung memanjang ( tubus ) yang disebut sebagai ekor virus. Virus pada bagian ujungnya ditumbuhi serabut – serabut ekor. Ujung serabut ekor merupakan penerima rangsang ( reseptor ) ekor berfungsi sebagai  alat penginfeksi, bagian kepala dan ekor memiliki selubung yang di sebut kapsid, selubung atau kapsid tersusun atas molekul – molekul protein, satu unit protein yang menyusun kapsid di sebut sebagai kapsomer. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak memiliki serabut ekor.

  • Bagian inti

Bagian inti tersusun  atas asam inti ( asam nukleat ) asam nukleat yang menyusun virus pada umumnya hanya satu untaian , kecuali pada  virus influenza terdapat  6 – 8 untaian, setiap untaian asam nukleat mengandung 3.500 sampai 600.000 nukleotida, jika diperkirakan satu gen tersusun atas  1000 nukleotida, maka diperkirakan virus hanya tersusun  atas 2 sampai  beberapa ratus gen.

Virus memiliki asam nukleat yang bervariasi, ada yang memiliki Deokxiribonukleac acid (AND ) atau asam deoksiribonukleat ganda terpilin dan DNA Tunggal terpilin. DNA tersebut berbentuk linear ( lurus ) atau sirkuler ( melingkar ). Beberapa virus ada yang memiliki asam nukleat yang berupa Ribonucleid acid ( RNA ) atau asam ribonukleat . RNA ini  ada yang berupa rantai tunggal ada yang berupa rantai ganda. DNA atau RNA merupakan materi genetic, yakni berisi kode – kode pembawa sifat virus.

Berdasarkan inti yang dikandungnya virus dapat dibedakan  menjadi virus DNA dan Virus RNA. Sebagian virus  yang menginfeksi manusia merupakan  virus RNA, contohnya Virus influenza dan HIV. Virus Cacar merupakan Virus DNA. Selain itu, di dalam isi virus terdapat beberapa macam enzim. Oleh karena virus bukan berupa sel, virus tidak memiliki bagian – bagian  sel seperti membrane plasma, sitoplasma dan inti, virus tersusun atas  asam nukleat, dan selubung protein ( kapsid ).

4. Cara Hidup Virus & Habitat

Virus  tidak dapat hidup di alam  secara bebas, melainkan harus berada di dalam sel makhluk hidup yang lain. Berbagai makhluk hidup dapat diserang virus misalnya manusia, hewan, tumbuhan dan bakteri

Virus yang menginfeksi bakteri disebut sebagai bakteriofa atau  disingkat fag. Virus yang menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit pada manusia misalnya cacar,polio, hepatitis, mata belek,influenza, demam berdarah dan diare. Termasuk virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan mengakibatkan penyakit AIDS (Acquired Immuno  Deficiency Syndrome ).yaitu sindrom runtuhnya kekebalan tubuh. Virus Ebola yang dijumpai  di Afrika dapat menyerang kera dan Manusia, virus yang menginfeksi hewan misalnya yang menyebabkan penyakit sampar pada ayam,anjing gila (rabies ) dan penyakit kuku pada ternak. Sedangkan virus yang menyerang tumbuhan misalnya penyebabnya mosaic pada tembakau, kanker pada jeruk dan busuk pada sayuran

Virus yang menyerang tumbuhan biasanya ditularkan oleh serangga. Serangga yang mengisap atau memakan tanaman  yang terkena virus dapat menularannya ke tanaman lain. Sedangkan virus yang menyerang manusia dapat ditularkan baik melalui melalui kontak langsung maupun tak langsung dengan penderita. Polio dan hepatitis dapat ditularkan melalui air sumur yang tercemar, piring makan, sendok makan, dll., cacar dan mata belek  dan polio dapat ditularkan melalui kontak langsung. Demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aides aegypti. Virus AIDS ditularkan lewat darah, cairan sekresi vagina , semen ( ejakulat ), air susu, hubungan kelamin, jarum suntik, transfuse darah, dan juga dapat ditularkan melalui plasenta ibu hamil ke janinnya, Virus harus dibiakkan di dalam jaringan makhluk hidup. Di laboratorium, virus dapat dibiakkan di dalam embrio telur ayam.

5. Klasifikasi

Klasifikasi  virus tidak mengikuti sistem Linnaeus, melainkan sistem ICTV ( International Committee on Taxonomy of Virues =  Komite Internasional untuk Taksonomi Virus ) Klasifikasi virus terbagi dalam tiga tingkat takson, yaitu family, genus, dan species. Nama  family virus  diakhiri dengan viridae, sedangkan nama genus diakhiri dengan virus, nama species menggunakan bahasa  inggris dan diakhiri dengan virus. Saat ini , jenis virus yang sudah teridentifikasi sekitar dua ribu species. Contoh klasifikasi berdasarkan sisten ICTV pada virus penyebab AIDS adalah sebagai berikut

  • family :  Retroviridae
  • Genus : Lentivirus
  • Species : Human Immunodeficiency virus (HIV )

Berbagai  jenis virus diklasifikasikan berdasarkan jenis sel inanng. Inang spesifik terutama ditentukan dari kesesuaian reseptor pada permukaan sel inang tempat virus melekat, berdasarkan jenis sel inangnya, virus diklasifikasikan dalam empat kelompok, yaitu virus bakteri, virus mikroorganisme eukariotik, virus tumbuhan, dan virus hewan termasuk manusia.

  • VIRUS BAKTERI

Virus bakteri adalah virus  yang sel inangnya adalah sel bakteri. Virus bakteri disebut juga di sebut bakteriofage atau fage ( latin, phage = memakan ) virus bakteri mengandung Materi genetic berupa DNA. Contoh virus bakteri adalah  bakteriofage T4 virus yang menyerang bakteri. Escherichia coli. E. Coli merupakan  bakteri yang hidup pada saluran pencernaan manusia.

  • VIRUS MIKROORGANISME EUKARIOT

Virus mikroorganisme eukariot adalah virus yang sel inangnya  berupa mikroorganisme yang tergolong eukariot, seperti protozoa dan jamur. Virus ini terutama mengandung RNA. Virus yang menyerang jamur di sebut mycovirus.

  • VIRUS TUMBUHAN

virus tumbuhan adalah virus yang sel inangnya adalah sel tumbuhan, virus tumbuhan sebagian besar mengandung RNA. Contohnya adalah virus mosaic tembakau ( Tabacco mosaic Virus/ TMV  )

  • VIRUS HEWAN

Virus hewan adalah virus yang sel inangnya adalah sel hewan atau sel manusia. Virus hewan mengandung DNA atau RNA. Contohnya adalah virus penyakit mulut dan kaki pada sapi, serta virus penyakit rabies pada anjing.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 28, 2012 in Uncategorized