RSS

Sistem EKSKRESI pada Manusia

24 Des

SISTEM PENGELUARAN MANUSIA

Dalam tubuh manusia terdapat berbagai proses misalnya  proses pernapasan dan pencernaan, dalam proses  pernapasan terjadi oksidasi ( pembakaran )makanan hingga di hasilkan energy dan zat sisa. Semua proses dalam tubuh tersebut disebut metabolism, metabolism menghasilkan energy dan zat yang berguna  bagi tubuh, selain itu juga metabolisme juga menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh karena dapat meracuni tubuh, untuk itu tubuh dilengkapi dengan alat pengeluaran

Proses pengeluaran zat dari tubuh antara lain adalah ekskresi, sekresi dan defekasi.

Alat Ekskresi adalah alat untuk mengeluarkan zat sisa atau sampah metabolism dari dalam tubuh. Terdiri dari paru – paru, hati, ginjal, dan kulit.

sekresi adalah proses pengeluaran sisa metabolism yang masih bisa dimanfaatkan oleh tubuh, misalnya  hormone dan enzim.

Defekasi adalah zat sisa pencernaan yang tidak habis terserap oleh tubuh  dan dikeluarkan melalui anus dalam bentuk feses.

ALAT EKSKRESI MANUSIA

1.      GINJAL

a) Bagian – bagian ginjal :

Gijal terdiri atas bagian kortex ( kulit ) dan medulla ( sumsum ginjal ) dibagian kortex terdapat badan penyaring ( nefron )

Bagian – bagian badan penyaring ( nefron ) terdiri atas :

1. Badan Malpighi

Badan Malpighi terdiri atas :

Glomerulus : Merupakan pembuluh darah kapiler tempat darah disaring ( difiltrasi ), zat sisa yang tidak berguna dan beberapa zat yang berguna dengan kadar berlebih akan masuk ke kapsula bowman.

Kapsula bowman : Merupakan selaput pembungkus glomerulus untuk menyaring (filtrasi ) hasil filtrasi akan masuk ke tubulus ginjal.

2. Tubulus ginjal

  1. Tubulus kontortus proksimal
  2. Tubulus kontortus distal
  3. Lengkung henle
  4. Tubulus kolektivus

b) Tahap pembentukan urine :

1)      Filtrasi ( penyaringan )

Filtrasi merupakan proses penyaringan darah yang berlangsung di dalam badan Malpighi yaitu dari glomerulus ke kapsula bowman, filtrate hasil filtrasi disebut urine primer, dalam urine primer masih terdapat zat yang berguna yaitu : air, glukosa, dan garam mineral seperti ion natrium (Na+) dan ion kalsium ( ca 2+ )

2)       Reabsorpsi ( penyerapan kembali )

Reabsorpsi merupakan proses penyerapan  kembali zat dalam urine primer yang masih berguna, filtrate hasil reabsorpsi disebut urine sekunder , ada dua macam reabsorpsi yaitu reabsorpsi obligat dan fakultatif, reabsorpsi obligat berlangsung di dalam tubulus kontortus proksimal  hingga tubulus kontortus distal

Reabsorpsi obligat selalu berlangsung pada setiap keadaan dengan volume urine yang sama

Reabsorpsi fakultatif berlangsung di tubulus distal dan tubulus kolektivus, pada kondisi tertentu, reabsorpsi fakultatif dibantu oleh hormone, missal reabsorbsi air dibantu oleh hormone antideuritika ( ADH ), dan reabsorbsi kalsium dibantu oleh hormone paratiroid  (PTH )

Hasil reabsorpsi ini  berupa urine sekunder yang komposisinya mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang berfungsi member warna dan bau pada urine

3)      Augmentasi ( pengeluaran zat yang tidak berguna )

Augmentasi merupakan proses pengeluaran zat yang tidak berguna atau berlebih ke dalam urine. misalnya sekresi ion hydrogen ( H+) Dan ion kalium. Augmentasi berlangsung di dalam tubulus distal. Filtrate  hasil augmentasi merupakan urine sesungguhnya, urine sesungguhnya masih dapat direabsorpsi bahkan sampai berada di dalam tubulus pengumpul ( kolektivus ).

Factor – factor yang mempengaruhi produksi urine

  1. Hormone antideuritik ( ADH )
  2. Hormon insulin
  3. Jumlah air yang diminum
  4. Factor cuaca

Di dalam urine  terkandung bermacam – macam  zat, antara lain :

  1. Zat sisa pembongkaran protein seperti urea, asam ureat, dan amoniak
  2. Zat warna empedu yang memberikan  warna kuning pada  urine
  3. Garam, terutama garam dapur
  4. Zat – zat yang berlebihan dikomsumsi, misalnya vit C, dan obat – obatan, juga kelebihan zat yang yang diproduksi sendiri oleh tubuh, misalnya hormone.

c) Gangguan pada ginjal.

Jenis – jenis kelainan akibat kerusakan salah satu bagian ginjal adalah berikut ini :

  • Nefritis

Nefritis  adalah kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman bakteri streptococcus, akibatnya seseorang akan menderita uremia dan oedema

  • Batu ginjal

Batu ginjal karena pengendapan garam kalsium di rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih, kandungan batu ginjal adalah kalsium oksalat, asam urat dan Kristal kalsium fosfat

  • Albuminuria

Albuminuria adalah ditemukannya albumin pada urine, adanya albumin pada urine merupakan indikasi adanya kerusakan pada membrane kapsul endothelium atau karena  iritasi  sel – sel ginjal akibat masuknya substansi   racun, eter, atau logam berat.

  • Glikosuria

glikosuria adalah ditemukannya glukosa pada urine. hal ini merupakan indikasi adanya kerusakan pada batu ginjal

  • Hematuria

Hematuria adalah ditemukannya sel darah merah dalam urine, hematuria disebabkan oleh adanya iritasi akibat gesekan batu ginjal

  • Ketosis

Ditemukannya keton dalam darah, hal ini terjadi pada orang yang  diet karbohidrat

  • Diabetes insipidus.

Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine terlalu banyak. Penyebabnya adalah kekurangan hormone ADH.

Komposisi urine bervariasi tergantung jenis makanan serta air yang diminumnya, urine normal berwarna jernih transparan, serta warna kuning muda urine berasal dari zat warna empedu ( bilirubin dan biliverdin ). Urine normal pada manusia  mengandung air, urea, asam urat, amoniak, keratin, asam laktat, asam fosfat, klorida, garam – garam terutama garam dapur dan zat – zat yang berlebihan dalam darah missal vitamin c dan obat – obatan.

2.      PARU – PARU

Ekskret dari paru – paru adalah CO2 dan H20 yang dihasilkan dari proses pernapasan, pada prinsipnya CO2 diangkat dengan cara yaitu melalui plasma darah ( 15 %) dan diangkut dalam bentuk ion HCO3 ( 30 % ) melalui proses berantai pertukaran klorida adalah sebagai berikut. Darah pada alveolus mengikat O2 dan mengangkutnya ke sel – sel jaringan dalam jaringan darah melepaskan  O2 dan seterusnya mengikat CO2 untuk dikeluarkan bersama H2O

Gangguan pada Paru – paru

a.      Berkurangnya jumlah hemoglobin

Berkurangnya jumlah hemoglobin menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke sel – sel tubuh

b.      Keracunan gas CO

Keracunan gas – gas ini mengganggu pengikatan oksigen oleh karena gas CO memiliki daya pengikatan yang tinggi terhadap oksigen daripada HB.

c.       Kanker paru – paru

Kanker paru – paru menyebabkan  paru – paru rusak dan tak berfungsi lagi

d.      Emfisema

Merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh  karena susunan alveolus abnormal

e.       Penyakit asma

Penyakit asma  merupakan gangguan pernapasan karena menyempitnya saluran pernapasan

f.       TBC

TBC menyebabkan  terganggunya proses difusi oksigen karena timbulnya bintil – bintil kecil pada dinding alveolus yang disebabkan oleh bakteri  Mycobacterium tuberculosis

g.      Radang paru – paru

h.      Bronchitis ( Radang pada saluran napas)

i.        Polip.

Polip yaitu pembengkakan kelenjar limfe pada saluran pernapasan ( rongga hidung )

3.      HATI

Hati dan kelenjar empedu

Sebagai alat ekskresi, hati mengeluarkan empedu. Kurang lebih 0,5 liter empedu dikeluarkan setiap hari, empedu berwarna kehijauan , rasanya pahit, PH sekitar 7 – 7,6, mengandung kolesterol, garam – garam mineral, garam empedu, serta pigmen yang disebut biliverdin dan bilirubin.

Empedu yang dihasilkan oleh hati disimpan dalam kantong empedu dan dikeluarkan ke usus halus untuk membantu sistem pencernaan, misalnya :

  1. Untuk mencerna lemak.
  2. Mengaktifkan lipase.
  3. Mengubah zat yang tak larut dalam air menjadi zat yang dapat larut dalam air, dan
  4. Membantu daya obsorpsi lemak pada dinding usus.

Kurang lebih 10 (sepuluh) juta sel darah merah yang telah tua dan rusak dirombak dalam hati oleh sel khusus yang disebut histiosit. Hasil perombakan sel darah merah adalah : fe, haemin, globin,. Haemin merupakan bahan dasar pembentukan zat warna empedu yaitu bilirubin dan biliverdin, kemudian dikeluarkan ke dalam usus 12 jari dan dioksidasi sehingga berwarna kuning.

Organ hati juga merupakan kelenjar yang mampu menghasilkan enzim orginase yang berfungsi untuk menguraikan asam amino arginin menjadi asam amino ornitin dan urea. Ornitin mampu mengikat NH3 dan CO2 yang bersifat racun.

Ornitin di dalam sel diubah menjadi sitralin yang mampu mengikat NH3 menjadi arginin yang mampu dipecah di dalam hati, sedang urea diangkut dari hati menuju ke ginjal.

a)      Menghasilkan Getah Empedu

Getah empedu dihasilkan dari hasil perombakan sel darah merah. Getah ini ditampung di dalam kantung empedu kemudian disalurkan ke usus 12 jari. Getah empedu pada dasarnya terdiri atas dua komponen yaitu garam empedu dan zat warna

empedu. Garam empedu berfungsi dalam proses pencernaan makanan yaitu untuk mengemulsi lemak. Sedangkan zat warna empedu tidak berfungsi sehingga harus diekskresikan. Zat warna empedu yang diekskresikan ke usus 12 jari, sebagian menjadi sterkobilin, yaitu zat yang mewarnai feses dan beberapa diserap kembali oleh darah dibuang melalui ginjal sehingga membuat warna pada urine yang disebut urobilin. Kedua zat ini mengakibatkan warna feses dan urine kuning kecoklatan.

b)      Menghasilkan Urea

Urea adalah salah satu zat hasil perombakan protein. Karena zat ini beracun bagi tubuh maka harus dibuang keluar tubuh. Dari hati urea diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.

PENYAKIT dan Kelainan HATI

  1. Hati dapat robek karena terkena benda tajam, dan dapat menyebabkan pendarahan.
  2. Infeksi kandung empedu : Infeksi ini berasal dari usus, hati, bila batu empedu terbentuk di dalam kantung empedu dan dapat menyumbat saluran empedu maka cairan empedu tidak akan dapat keluar dari hati dan terjadi ikterus.
  3. Ikterus : Disebabkan karena produksi cairan empedu berlebihan, kegagalan sel hati dalam mengekskresi empedu.

4.      KULIT ( integumen )

Kulit terdiri atas lapisan epidermis di sebelah luar dan lapisan dermis di sebelah dalam.

Lapisan epidermis terdiri dari :

  1. Lapisan Korneum yang mati dan mengelupas berwarna putih.
  2. Lapisan Lusidum yang berwarna terang.
  3. Lapisan Granulosum yang mengandung pigmen yang berwarna coklat sampai hitam.
  4. Lapisan germinativum yang tumbuh dan selalu membelah.

Pada lapisan epidermis terdapat ujung saraf telanjang yang berfungsi sebagai penerima rangsang geli, dan nyeri, saluran kelenjar keringat serta minyak. Pada lapisan dermis terdapat pangkal kelenjar keringat, pangkal kelenjar minyak, akar rambut, pembuluh darah, ujung saraf penerima rangsang tekanan (pucini), panas (rufini), dingin (Krause), sentuhan (Eisner).

Sebagai alat ekskresi kulit berfungsi sebagai alat untuk mengeluarkan keringat dan minyak.

Kulit terdiri atas tiga lapisan yaitu epidermis,dermis dan jaringan ikat bawah kulit.

          Epidermis (Kulit Ari)

Epidermis tersusun oleh sejumlah lapisan sel yang pada dasarnya terdiri atas dua lapisan yaitu:

a.       Lapisan tanduk

Merupakan lapisan epidermis paling luar. Padalapisan ini tidak terdapat pembuluh darah dan serabut saraf, karena merupakan sel-sel mati dan selalu mengelupas. Lapisan ini jelas sekali terlihat pada telapak tangan dan telapak kaki.

b.       Lapisan malpighi

Lapisan ini terdapat di bawah lapisan tanduk. Sel-selnya terdapatpigmenyangmenentukan warna kulit.

  • Dermis (Kulit Jangat)

Merupakan lapisan kulit di bawah epidermis, di dalam lapisan ini terdapat beberapa jaringan yaitu:

-          Kelenjar keringat, yang berfungsi untuk menghasilkan keringat. Keringat tersebut bermuara pada pori-pori kulit.

-          Kelenjar minyak, yang berfungsi untuk menghasilkan minyak guna menjaga rambut       tidak kering. Kelenjar ini letaknya dekat akar rambut.

-          Pembuluh darah, yang berfungsi untuk mengedarkan darah ke semua selataujaringan termasuk akar rambut.

-          Ujung-ujung saraf. Ujung saraf yang terdapat pada lapisan ini adalah ujung saraf perasa dan peraba.

  • Jaringan Ikat Bawah Kulit

Di bagian ini terdapat jaringan lemak (adiposa).Fungsinya antara lain untuk penahan suhu tubuh dan cadangan makanan.

Dengan adanya berbagai jaringan yang terdapat di dalamnya, maka kulit dapat berfungsi sebagai:

  • indra peraba dan perasa,
  • pelindung tubuh terhadap luka dan kuman,
  • tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet cahaya matahari,
  • penyimpan kelebihan lemak,
  • pengatur suhu tubuh.

GANGUAN dan Kelainan pada Kulit

  • Dermatitis atau eksema (peradangan kuit) disebabkan alergi terhadap beberapa jenis makanan, obat-obatan atau bahan kimia yang digunakan atau dipegang missal bedak, krim, minyak, deterjen. Banyak yang disertai eritema (merah-merah) dan urtikaria (bintul-bintul) keadaan ini sering menimbulkan rasa gatal-gatal.
  • Penyakit kulit dapat disebabkan oleh mikro-organisme yang dapat menimbulkan infeksi seperti pada impetigo disebabkan virus seperti pada kurap dan athlete foot (kutu air), parasit hewani seperti scabies dan pedikulosis.

LEMBAR KEGIATAN

MENGETAHUI KANDUNGAN  pH  dan zat dalam urine

Alat dan Bahan

  1. 4 buah tabung reaksi
  2. Kertas lakmus Ph
  3. Pembakar spirtus
  4. Urine
  5. Larutan biuret
  6. Larutan Benedict
  7. Standar kandungan zat dalam urine
  8. Pipet tetes
  9. Gula dan air.

 Cara kerja

A.     Mengukur Ph urine

  1. Masukkan kertas lakmus ke dalam urine
  2. Amati perubahan warnanya
  3. Cocokkan dengan pH standar

A.      Mengetahui bau ammonia di dalam urine

  1. Masukkan 2 mL urine ke dalam tabung reaksi
  2. Panaskan dengan pembakar spirtus
  3. Bagaimana baunya ?

C.     Uji protein dalam urine

  1. Masukkan 2 mL urine ke dalam tabung reaksi
  2. Berilah 5 tetes larutan biuret
  3. Diamkan selama 5 menit
  4. Amati perubahan warna

D.     Uji glukosa dalam urine

  1. Sebelum  melakukan uji urine, ujilah gula dengan larutan benedict agar kalian dapat membandingkan perubahan warna yang terjadi, caranya, buatlah larutan gula dari satu sendok makan gula yang dilarutkan ke dalam setengah gelas air
  2. Masukkan 20 tetes larutan gula itu ke dalam tabung reaksi
  3. Tetesi larutan guntuk endapan merah bata / orange la itu ke dalam tabung reaksi
  4. Jepitlah tabung reaksi dengan penjepit. Panasi ujung tabung reaksi di atas nyala api pembakar Bunsen. Pada saat memanasi tabung reaksi harus sering diangkat agar tidak hangus, juga jangan sampai larutan mendidih, waktu pemanasan sekitar 2 – 5 menit.
  5. Amati perubahan warna yang terjadi, apabila mengandung gula akan terbentuk endapan warna orange / merah bata
  6. Masukkan  20 tetes urine ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet, selanjutnya lakukan seperti kegiatan di atas
  7. Apakah terbentuk endapan yang berwarna orange / merah bata pada urine tersebut ? apakah kesimpulan kalian ?

HASIL PERCOBAAN

urine ke

Ph urine

Uji bau amonia

Uji protein

Uji protein

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

ZAT YANG DIKELUARKAN OLEH TUBUH

TUJUAN :

Mengetahui zat yang dikeluarkan oleh kulit manusia

 ALAT DAN BAHAN

  1. Kertas kobalt
  2. Gelas berisi air
  3. Stopwatch ( jam )

CARA KERJA

  1. Masukkan kertas kobalt ke dalam air, dan catat perubahannya
  2. Berlari – larilah selama 5 menit di tempat
  3. Tempelkanlah kertas kobalt berukuran 2 x 2 cm di tanganmu
  4. Amatilah perubahan yang terjadi pada kertas kobalt tersebut

PERTANYAAN

  1. Perubahan apakah yang terjadi pada kertas kobalt di tanganmu
  2. Bandingkan kertas kobalt di tanganmu dengan kertas kobalt yang telah direndam di air, bagaimanakah warnanya
  3. Zat apakah yang menyebabkan terjadinya perubahan tersebut
  4. Buat kesimpulan dari hasil percobaanmu!


GAS YANG DIKELUARKAN OLEH PARU – PARU

TUJUAN :

Mendeteksi gas yang dikeluarkan dari paru – paru

Alat Dan Bahan :

  1. Kaca
  2. 2 botol yang bermulut besar
  3. Pipa plastic berdiameter 0,5 cm
  4. Sumbat gabus yang diberi lubang dengan diameter 0,5 cm
  5. Air kapur

Cara kerja

  1. Embuskan napasmu ke atas kaca yang telah kalian siapkan, amati dan catat apa yang terjadi
  2. Bandingkan kaca yang kalian embus dengan kaca yang tidak kalian embus. Adakah perbedaannya? Mengapa terjadi demikian?
  3. Tuangkan air kapur yang  telah kalian siapkan ke dalam botol A dan B sampai kurang lebih setengah botol
  4. Biarkan botol A terbuka sedangkan botol B ditutup dengan sumbat gabus
  5. Masukkan pipa plastic ke dalam lubang sumbat gabus botol B sampai pipa plastic tersebut terendam dalam air kapur, selanjutnya tiupkan udara pernapasanmu melalui pipa plastic ke dalam botol B
  6. Amati dan catat apa yang terjadi pi atasada botol B dan bandingkan dengan botol A adakah perbedaannya? Mengapa demikian?
  7. Diskusikan dan buatlah kesimpulan dari kegiatan di atas.

 

Jelajah Konsep

  1. Sediakan Lrutan iodium 2%, kertas hvs dan lup.
  2. Potonglah kertas hvs dengan ukuran 2×2 cm pada salah satu lengan.
  3. Oleskan larutan iodium sebesar 2×2 cm pada salah satu lengan.
  4.  Dengan ibu jari, tempelkan kertas hvs sebesar 2×2 cm tadi di atas noda iodium selama 1 menit.
  5. Angkat kertas tersebut dan amati dengan lup, kamu akan melihat titik – titik ungu atau hitam. masing – masing titik menunjukkan satu kelenjar keringat, hitung berapa titik ungu / hitam yang terdapat pada kertas HVS tersebut.
  6. Lakukan langkah 3-5 dibagian tubuh yang berbeda.
  7. Bagaimana jumlah keringat di bagian tubuh yang berbeda.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 24, 2011 in Sistem pada Manusia

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: